Oleh: ardianita | 01/19/2013

Bunda

Bunda…..

Kubuka album biru

Penuh debu dan usang

Ku pandangi semua gambar diri

Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang

Dahulu penuh kasih

Teringat semua cerita orang

Tentang riwayatku

Reff: Kata mereka diriku slalu dimanja

Kata mereka diriku slalu ditimang

Nada nada yang indah

Slalu terurai darinya

Tangisan nakal dari bibirku

Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini

Jiwa raga dan seluruh hidup

Rela dia berikan

Back to reff
Oh bunda ada dan tiada dirimu

Kan slalu ada di dalam hatiku……………..

 

Setiap kali mendengar lagu bunda yang dinyanyikan oleh Melly Goeslaw ( http://www.youtube.com/watch?v=1CYNa9PZLC0 ) selalu air mata ini mengalir teringat akan ibu. Syair yang begitu mengena.

Aku bisa merasakan betapa berat Ibu mengasuh aku hingga aku besar dan menikah, setelah aku mempunyai anak. Kebetulan anak pertamaku laki-laki dan kenakalannya kok bisa sama dengan kenakalanku dulu, hanya sarananya yang berbeda.

Dalam mengasuh anakku, aku sering marah dan setres, sedangkan Ibuku dulu tidak pernah marah melihat kenakalanku, paling hanya teguran yang lembut, atau apabila Beliau sudah marah hanya mendiamkan aku. Ah… begitu bedanya aku dengan Ibu. Ibu, maafkan semua kesalahanku yang pernah membuat hati Ibu sakit…….

Ibuku memang terkenal sabar, apa mungkin terpengaruh pekerjaannya yang bekerja sebagai Bidan di desa. Ibuku dengan sabar melayani setiap pasien yang datang berobat maupun yang meminta datang kerumahnya untuk menolong persalinan.

Aku sering kasihan melihat Ibuku, karena pasien datang tidak pernah mengenal waktu, bisa pagi, bisa siang bahkan bisa tengah malam. Karena memang orang melahirkan tidak bisa ditunda.  Kadang saat mau makan, ada pasien yang datang, juga saat baru akan merebahkan badan untuk istirahat, ada pasien datang. Semua itu dilayani Ibu dengan suka cita tanpa mengeluh. Ibuku biasa menerima pembayaran apapun, selain uang. Karena ada yang membayar dengan buah (karena memang punyanya buah), ada yang membayar nasi selamatan, bahkan ada juga yang dibayar sama Ibu karena memang tidak mampu. Ibukupun termasuk pemberani, karena sering tengah malam dijemput orang yang belum dikenalnya untuk membantu persalinan istrinya yang di rumah. Seperti ini biasanya Ibu meminta orang tersebut untuk melapor ke kantor Polisi di dekat rumah. Dulu kami begitu akrab dengan bapak Polisi yang dinas di dekat rumahku. Karena jaman dulu wilayah kerja ibuku adalah 1 kecamatan yang saat itu banyak desa yang belum mendapat aliran listrik seperti sekarang ini.

Biasanya Ibu dibonceng sepeda oleh yang memanggil atau naik dokar. Ibu memang punya prinsip, selama kita tidak menyakiti orang dan punya niat untuk membantu, Insya Allah kita tidak akan pernah disakiti orang, kemudian kita berserah diri kepada Allah. Alhamdulillah sampai Ibu pensiun tidak pernah diganggu orang selama menjalankan tugas menolong persalinan.

Saat ini Ibuku sudah tua, Alhamdulillah Beliau selalu sehat. Beliau selalu menjaga makanan yang dimakan, sholat tepat waktu dan sholat malam. Karena Beliau meyakini dengan sholat apalagi sholat malam membuat semakin dekat dengan Allah sehingga timbul kepasrahan, yang pada akhirnya akan membuat tubuh sehat.

Beberapa hari yang lalu istriku datang dari sekolah membawa majalah Nurul Hayat Edisi 107 Desember 2012, ada tulisan yang menarik tentang ibu. Ibu ternyata tidak masuk daftar di surat At Taubah 24 yang artinya “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik“. Ayat ini begitu memuliakan peran ibu karena ibu tidak disebutkan dalam daftar yang menjadikan kita lalai kepada Allah. Bukan berarti ibu tidak mempunyai kesalahan, tetapi kesalaan ibu adalah urusan pribadi dia dengan Allah ta’ala. Hal ini mengingatkan kita sebagai anak untuk tidak mengadili perbuatan tidak baik ibu, kecuali sekedar menasehati dengan perkataan yang baik. Tidak boleh ada kata-kata kasar, tidak boleh ada bentakan, tidak boleh ada marah. Di surat yang lain yaitu Al Ankabuut 8 yang artinya “Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan“.

Di ayat ini ada perintah untuk tidak mengikuti, bukan untuk melawan dan tetap memperlakukan dengan baik.

Rumahku dengan rumah orang tuaku cukup jauh, perjalanan sekitar 2,5 jam dengan mobil pribadi. Sebagai anak, selalu saja merasa sibuk sehingga sepertinya tidak ada waktu untuk mejenguk Ibu. Bahkan Ibu mertua yang rumahnya 30 menit perjalanan, aku jarang bisa punya waktu untuk menjenguknya. Aku sendiri heran, mengapa kok terasa sibuk sekali sehingga sulit mencari waktu luang untuk menjenguknya. Tapi aku selalu berusaha untuk telepon sekedar cerita-cerita. Ibuku sendiri bisa menyadari kondisi diriku, walau mungkin hatinya merasa nelongso. Setiap libur sekolah, baru bisa berkunjung agak lama dan bermanja-manja ke ibu.

Semoga aku dan istriku tetap bisa berbuat baik kepada orang tua dan mempunyai waktu untuk mengunjunginya. Ada yang pernah bilang “Kalau datang cuma 1 tahun sekali, sekarang kamu hitung berapa usia orang tuamu. Misalnya sekarang 63 tahun, apabila takdir Allah pada usia 65 tahun, berarti tinggal 2 kali lagi bertemu dengan orang tua. Tapi apakah kita tahu berapa Allah mentakdirkan usia orang tua kita?”.


Responses

  1. Amiin… Suka dengan tulisan Anda.. Jadi ingat ibu di kampung halaman…
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. Ibuku meninggal di tahun 2005 lalu karena kanker. Padahal aku merasa belum maksimal dalam berbakti kepada beliau. Yaa Alloh, kenapa begitu cepat

    • Semoga dosa-dosa Beliau diampuni Allah SWT dan diterima semua amal ibadahnya aamiin ya Robbal ‘aalamiin. Dan semoga yg ditinggalkan diberi kekuatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: