Oleh: ardianita | 06/16/2012

Kereta Tanah Melayu Berhad (KTMB)

Sejak pertengahan 2011 PT Inka telah menlakukan pembuatan kereta pesanan dari Malaysia sebanyak 3 jenis kereta yaitu ABC (Aircon Buffet Class), ASC (Aircon Second Class), dan PGC (Kereta pembangkit). Konsep desain sampai desain detail dibuat oleh Inka dengan mendapat persetujuan dari KTMB. Dalam proses pengerjaaannya, proses fabrikasi dan pemasangan beberapa komponen dan panel interior dikerjakan di Inka, sedangkan finishing nya dikerjakan oleh KTMB sendiri. Kecuali untuk PGC dan bogie nya, semua dikerjakan di Inka. Jumlah keseluruhan proyek ini adalah 12 ASC, 2 ABC, dan 2 PGC.

Spesifikasinya adalah sebagai berikut:

Track gauge             : 1000mm (lebih sempit dibanding di Indonesia)

Axle load                 : 16 MT

Panjang , lebar ASC          : 22000 mm, 2720 mm (lebih panjang dibanding kereta Indonesia)

Panjang, lebar ABC         : 21330 mm, 2700 mm

Panjang, lebar PGC         : 15200 mm, 2810 mm

(Bila di Indonesia, semua jenis kereta mempunyai panjang dan lebar yang sama)

Tinggi rel ke lantai          : 1054 mm

Tinggi dari rel ke top roof  : 3615 mm

Kereta ASC dan ABC adalah memakai stainlessteel sehingga tidak ada pengecatan, sedangkan PGC memakai mildsteel

Max temperatur             : 40 derajat Celsius

Kecepatan maksimum  : 120 KpH

Kecepatan operasional : 100 KpH

Jumlah penumpang ASC = 60 orang sedangkan untuk ABC sebanyak 36 orang.

Toilet ada 2 jenis, yaitu jongkok dan duduk dengan flushing system menggunakan push button. Toilet dengan sistem penampungan, sehingga ramah lingkungan.

Bogie menggunakan sistem primary suspension memakai coil spring dan secondary suspension menggunakan air spring, sehingga kereta ini akan terasa nyaman.

Di kereta makan (ABC) sebagaian untuk bar dan sebagian untuk penumpang.

Di setiap kereta ada fasilitas Wifi, dan sistem audio individual per kursi tetapi penumpang tidak bisa memilih saluran seperti di pesawat. Di setiap kursi juga ada fasilitas stop kontak. TV diletakkan di setiap ujung kereta.

Berikut adalah interior dari ASC yang tanpa kursi, karena pemasangan kursi akan dilakukan oleh KTMB sendiri.

  Dan berikut adalah penandaan isi/kosong dari 2 jenis toilet   

Eksterior ASC ASC saat sudah ditata siap untuk dibungkus dengan terpal dan dikirim dengan kometo

Eksterior PGC

Saat PGC dinaikkan ke kapal untuk berangkat ke Malaysia

Interior ABC

Foto-foto di atas mempunyai hak cipta atas nama Bambang-desain & Dedie-sekpers PT Inka Madiun

Rencana pengiriman adalah tanggal 20 Juni 2012 (tetapi bisa molor, yang penting sebelum tanggal 30 Juni semua sudah siap di kapal, kapal berangkat tanggal 30 Juni) dengan menumpang kometo yang lewat jalan raya menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Untuk pengiriman pertama sebanyak 6 ASC dan 2 PGC, sedangkan 1 bulan berikutnya akan dikirim 6 ASC dan 2 ABC. Jadi pada tanggal 20 Juni malam hari akan keluar iring-iringan kereta yang jalan di jalan raya menuju Surabaya. Setiap pemberangkatan ada 3 buah kereta , dan lama perjalanan adalah maksimal 2 hari. Sehingga akan ada banyak pemberangkatan menuju Surabaya. Semoga bisa selamat sampai di tujuan.


Responses

  1. berangkatnya di atas jam 10 malam ya mas ?
    trimakasih atas infonya siap2 begadang buat nyegat ini

    • Kalau berangkatnya,saya tidak tahu jam berapa.Kalau melihat pengalaman beberapa tahun yang lalu saat mengirim PGC,kometo berjalannya lambat sekali,mungkin ini sebabnya harus jalan tengah malam agar tdk mengganggu lalu lintas

  2. kenapa tidak di angkut kereta api saja sampai tanjung perak pak? kan lebih cepat dan efisien. toh jalurnya sudah ada

    • Kata teman yg mengurusi pengiriman,lewat jalan raya lebih murah dan prosedurnya mudah. Sekarang PT KAI jual mahal. Nantipun saat kami mengirim pesanan dari Iran kemungkinan juga pakai jalan raya.

  3. Selamat, PT Inka dipercaya lagi menjadi manufacturer kereta negeri tetangga. Kalau kereta api beda gauge begini test track-nya bagaimana? Ini mengingat gauge di Indonesia 1067 mm. Oh, ya. Data ketinggian kereta apa betul segitu? Maksudnya ketinggian dari kepala rel sampai atap, atau sampai lantai kereta? Barangkali referensi pengukurannya tidak dari kepala rel?

    • Pak, ini kereta yang dikirim memang belum jadi, karena ada yang harus dikerjakan oleh KTMB sendiri (local content). Test run akan dilakukan di Malaysia, seperti halnya yang pernah dilakukan untuk kereta Bangladesh.
      Mengenai tinggi kereta, sudah saya perbaiki. Ada informasi yang kurang, yang tertulis adalah untuk ketinggian lantai dari top rel.
      Terima kasih

  4. Permisi numpang tanya,
    Untuk kecepatan kereta, apa aman dengan kecepatan maks 120 KpH Soalnya yang saya tahu KTMB kan mengoperasian KAnya sampai 160 Kph dengan gauge 1000 mm

    • Spesifikasi yang saya tulis sudah sesuai dengan spesifikasi dari dokumen kontrak dari KTMB. Mungkin kereta ini dioperasikan di wilayah tertentu yg kecepatan operasionalnya tdk sampai 120 KpH

  5. Mungkin kereta ini akan dioperasikan di wilayah timur (Gemas – Tumpat) kerna kurangkan kereta penumpang di sana. Di wilayah barat udah ada ETS, SCS, Komuter dan kereta penumpang yang mencukupi

  6. salut dengan export kereta nya..
    maaf mau tanya.. kalau punya vendor kometo yang angkat kereta ini..

    terima kasih
    Rizky

    • Untuk vendor kometo, mohon maaf saya tidak tahu. Nanti akan saya tanyakan ke teman di bagian Pengadaan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: