Oleh: ardianita | 01/01/2012

Waduk Selorejo Kab Malang

Pulang dari berlibur di Malang saya menyempatkan mampir sebentar ke waduk Selorejo, untuk mencari oleh-oleh ikan goreng. Perjalanan dari Malang sampai Dewi Sri cukup melelahkan, karena jalannya merayap. Padahal masih tanggal 28 Desember, tapi jalan sudah penuh dengan wisatawan yang berlibur ke Batu atau Malang.

Dari jalan utama Batu-Kandangan masuk sekitar 3-4 KM kami menemui loket untuk masuk. Ternyata retribusinya cukup mahal, saya bersama istri dengan naik mobil kena Rp. 22.000. Benar-benar edan tiketnya, dan sampai di lokasi masih kena parkir lagi Rp. 3000. Dibanding dengan Sarangan yang sama-sama wisata alam, masih jauh lebih murah di Sarangan. Apalagi di Sarangan kadang masih bisa ditawar.

Sampai di lokasi suasana masih gerimis kecil, Istri langsung cari warung yang jual ikan goreng. Berhubung warungnya banyak dan jualannya sama semua, istri saya jadi bingung. Akhirnya dipilih salah satu warung dan mulai menawar. Ternyata harga ikannya juga masih lebih mahal dibanding di pasar Joyo Madiun. Mungkin bila dibandingkan di kota besar seperti Surabaya, lebih murah. Pindah tempat lainpun, harganya sama. Atau mungkin kami tidak tahu di mana yang lebih murah, karena tidak mungkin kami menanyai satu persatu penjual di sana. Setelah tawar menawar yang cukup alot akhirnya disepakati harga perkilonya. Setelah transaksi selesai, ternyata membayarnya bukan ke pemilik warung, tapi ke seseorang yang duduk-duduk di depan warung yang saya pikir juga pengunjung. Berarti warung-warung itu hanya menjualkan dagangan seseorang. Pantas harganya sama semua dan kelihatan tidak ada persaingan.

Selesai belanja ikan, kami menuju pinggir waduk untuk menikmati sebentar keindahan waduk di sore hari.       

Setelah puas berfoto-foto, kami menuju mobil untuk pulang. Di dekat parkir mobil ada pedagang durian. Dagangannya cukup banyak. Saya mencoba menawar, ternyata harganya masih lebih mahal daripada di Dolopo Madiun. Gimana……. ternyata semua serba lebih mahal dari di rumah. Ya…… akhirnya tidak jadi beli. Di Ngebel Ponorogo, juga sama-sama tempat wisata alam, orang jualan masih dengan harga yang wajar, bahkan kadang lebih murah, seperti durian, ikan air tawar dan buah yang lain. Tapi di sini kok serba mahal, atau mungkin karena pangsa pasarnya orang kota yang uangnya banyak dan tidak hitungan dalam berbelanja, tidak seperti saya yang jadi wisatawan tapi pelit, hehehe……… Maklum masih wisatawan amatir…………

Akhirnya kami pulang dengan membawa ikan goreng dan manggis. Perjalanan pulang cukup lancar dan bisa jalan kencang walau ramai.


Responses

  1. Pemandangan yang indah ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: