Oleh: ardianita | 10/15/2011

Bersepeda ke Pacitan

Siang itu kami dari kelompok sepeda AWCC bersiap untuk tour ke Pacitan. Kami tidak naik sepeda dari Madiun ke Pacitan, tapi perjalanan ke Pacitan dinaikkan truk yang kami pinjam dari koperasi. Karena cukup berbahaya dan juga tidak kuat bagi kami yang kebanyakan sudah diatas 40 an.

Sehabis sholat dhuhur, kami berangkat. Perjalanan datar-datar saja, saya naik di cabin truk yang ngangkut sepeda dan teman yang lain naik truk yang satunya. Kami semua yang berangkat 29 orang. Sudah cukup lumayan.

Jalan Ponorogo Pacitan berkelok-kelok dan beberapa ada yang rusak karena bekar longsoran, dan ada juga penyempitan jalan karena sebagian bahu jalan longsor. Suasana sekitar cukup panas dan terasa gersang, karena hujan yang belum juga turun.

Sampai di Tegalombo kami turun dari truk untuk mulai naik sepeda. Perjalanan masih 35 km menuju Pacitan. Setelah sholat ashar di mushola pasar Tegalombo kami mulai gowes. Sore itu angin tidak begitu kencang dan terasa segar. Kami beruntung langit agak mendung dan jalannan sepi dari kendaraan yang lewat sehingga kami bersepeda bisa terasa nyaman. Sepanjang perjalanan kami berfoto-foto sambil bersepeda. Jalan masih berkelok-kelok dan kadang-kadang masih ada tanjakan, walau sebagian besar sudah jalan menurun.

Menjelang Maghrib kami memasuki aloon-aloon Pacitan dan menuju tempat penginapan di dekat RSUD Pacitan. Perjalanan ini kami tempuh sekitar 2 jam. Hotel tempat kami menginap sangat sederhana, maklum cari yang murah meriah, yang penting bisa untuk mandi dan tidur.

Malam harinya setelah sholat Maghrib kami menuju aloon-aloon jalan kaki untuk makan malam. Malam itu di aloon-aloon ada pesta rakyatnya BRI dengan panggung dangdut. Kami menuju pojok aloon-aloon untuk makan soto ayam. Masyarakat Pacitan saya lihat cukup tertib, malam itu di pinggir aloon-aloon berjajar rapi speda motor yang diparkir, walau tidak ada tukang parkirnya. Semua menata rapi motornya sendiri, dan mereka merasa aman meninggalkan sepeda motornya, walau posisinya jauh dari aloon-aloon. Saya heran, kok bisa begini kebiasaannya. Kalau di Madiun, orang parkir kendaraan ya diparkir begitu saja tanpa melihat kesulitan orang lain yang mau lewat, dan tukang parkirnya banyak sekali. Bahkan yang semula seperti tidak ada tukang parkir, saat kita mau pergi tiba-tiba datang orang sambil nyodorkan tangannya minta uang parkir. Apalagi di aloon-aloon Madiun bila malam minggu, bisa naik sampai 5 x lipat. Pacitan benar-benar hebat…! Teman-teman semua pada heran melihat kondisi ini, kebiasaan yang hebat. Kapan Madiun bisa mencontohnya.

Setelah kenyang, kami kembali ke hotel untuk istirahat. Beberapa teman ada yang menyaksikan dangdut. Saya sholat Isya’ dulu sebelum tidur, tapi beberapa teman ada yang cangkru’an. Jadi suasananya ramai terus sampai menjelang subuh. Ternyata di sebelah kamar saya dan di kamar paling pojok disewa wanita untuk tempat mangkal, dan malam itu ada 3 orang tamu yang sudah mencoba kehangatannya. Jadi yang cangkru’an nggojloki setiap tamu yang sudah selesai membuang hajatnya.

Pagi kami sarapan nasi jotos, kemudian meluncur menuju pantai Teleng sekitar 4 Km dari hotel. Minggu pagi itu Pacitan sepi dari lalu lalang kendaraan sepertinya warganya kelelahan setelah menikmati malam minggu.

Sesampai di pantai kami langsung berhamburan menikmati suasana pantai. Ada mercusuar yang menuntun nelayan memasuki pantai Teleng. Sayangnya pasirnya berwarna coklat, sehingga terasa kurang bersih, padahal memang bersih. Setelah puas, kami pulang kembali ke hotel untuk persiapan pulang ke Madiun. Di pantai kami tinggalkan jejak-jejak sepeda kami. Selepas dhuhur kami pulang kembali ke Madiun dengan membawa kenangan indah dan puas……..

Berikut foto-fotonya:

                      


Responses

  1. wowww!! aku seneng baca perjalanan mbak dkk ke Pacitan….aku yang warga asli Pacitan malah gak tahu kalo ada praktek ” jasa kehangatan” di hotel….hiks hiks hiks….aku jadi ikut malu neh…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: