Oleh: ardianita | 05/28/2010

Jalan-jalan ke Semarang

Hari itu aku dengan beberapa teman ditugaskan perusahaanku untuk melakukan audit ke perusahaan yang mensub pekerjaan di tempatku. Perusahaan tersebut terletak di Kendal Jawa Tengah. Rabu sore kami berangkat dari Madiun, sebelum berangkat aku masih sempat melihat hilir mudiknya BB mengirim dan menarik tangki minyak ke Depo Pertamina. Sore itu hujan cukup deras mengiringi perjalanan kami ke Semarang dengan naik Toyota Inova.

Rencana rute yang akan dilalui adalah lewat Ngawi, tetapi saat melewati terminal Maospati seorang temanku ada yang usul untuk lewat TawangMangu, dan semua setuju. Aku langsung down, sudah terbayang jalan yang harus dilalui, perutku langsung mual mau muntah. Sampai di Magetan, aku minta mampir ke apotek untuk membeli antimo dan langsung aku minum. Sampai Sarangan masih tetap mual, tapi masih bisa aku tahan. Akhirnya aku tidak kuat saat setelah melewati Cemoro Sewu, aku minta berhenti untuk memuntahkan seluruh isi perutku.

Perjalanan dilanjutkan kembali, dan mampir di warung pinggir jalan di TawangMangu, kelihatannya sangat terkenal karena banyak mobil yang parkir. Yang dijual adalah makanan gorengan dan minuman hangat. Istilah minumannya ada yang khas yaitu teh dengan dicampur aneka rempah sehingga terasa hangat di tubuh tapi rasanya menjadi seperti jamu. Minuman ini yang menjadi andalan di tempat ini. Setelah terasa segar, perjalanan dilanjutkan kembali, dan aku bisa tidur. Akhirnya sampai juga di Semarang pukul 00.30 dan langsung menuju hotel Pandanaran, yang katanya bintang 3. Kamarnya cukup sederhana, kamar mandinya memakai bathtub dengan fasilitas air yang hangat (tidak panas), tv memakai indovision, ACnya sudah tidak bisa diatur arah hembusannya, dan hotspot hanya di lantai 1. Hotel ini sepertinya kurang perawatan, karena cendela kamarku kuncinya sudah rusak, sehingga bisa dibuka dari luar. Aku menempati lantai 3 bersama 1 orang teman. Kami berdua langsung tidur pulas.

Pagi hari, aku bangun jam 5 dan langsung mandi agar segar. Di kamar sudah tersedia arah kiblat sehinggga memudahkan untuk melakukan sholat. Jam 7 kami berdua menuju ke lantai 2 untuk sarapan. Menunya ternyata biasa saja, seperti menu manten begitu juga rasanya tidak istimewa. Pengunjungnya ternyata cukup banyak, dan kebanyakan pegawai negri karena berseragam coklat dan kalangan pendidikan. Pengunjung bisnis dan perorangan tidak begitu banyak pagi itu. Atau aku yang kurang lama mengamatinya.

Kami berangkat menuju Kendal jam 8 pagi.

Audit yang kami lakukan sampai sore hari dan hasilnya cukup baik. Ternyata perusahaan tersebut sudah menerapkan standar ISO 9001:2008, sehingga mudah bagi kami untuk melakukan audit, tetapi masih ada beberapa temuan yang mesti disempurnakan. Memang tidak ada suatu sistem buatan manusia yang sempurna.

Beginilah perjalanan pulang menuju Semarang di sore hari menjelang maghrib.

Malam harinya kami mendapat undangan makan malam dari perusahaan tersebut di Kampung Laut. Beginilah perjalanan menuju ke sana . Akhirnya sampai juga kami di sana. Ternyata Kampung Laut terletak di pinggir pantai dan sekitarnya berdiri perumahan mewah. Di pintu masuk ada patung ikan bandeng yang cukup besar. Setelah memasuki pintu gerbang, untuk menuju tempat makan kita berjalan melewati jembatan kayu seperti di dermaga pelabuhan. Di bawahnya merupakan kolam ikan, tapi aku tidak tahu ikan apa yang ada di dalamnya, malam hari tidak kelihatan ikannya.. Tempat makannya ada yang lesehan ada pula yang seperti rumah makan biasanya. Yang lesehan berada di rumah-rumah kecil yang beratap ijuk dan beralaskan kayu.Lapu penerangannya memakai lampu pijar dan lampu meja. Suasananya cukup santai dan romantis. Suasana kampung laut ini secara umum santai sehingga enak untuk bersantai bersama keluarga maupun dengan teman.. Di belakang ada tempat pemancingan ikan bandeng, tetapi harus membayar.

Menu masakannya ternyata tidak melulu ikan laut, tetapi ada ayam gorang, gurami, sedang yang berciri laut cuma bandeng, udang dan kepiting. Sedang harganya lumayan mahal menurutku, bila dibandingkan dengan besar porsinya. Saat itu ada yng lucu, yaitu ada teman yang pesan salad buah, tetapi yang dikirim segelas seperti es cream. Setelah lam ditunggu kok tidak muncul kembali pelayannya, kemudian ditanyakan ke yang hadir, apa ada yang pesan es cream? semua menjawab tidak. Setelah diamati lebih jelas, ternyata bukan es cream tetapi salad buah pesaanan tadi.

Kami berbincang santai, sekitar jam 9 kamipun pulang dan sekaligus pamitan untuk pulang ke Madiun besok pagi.

Setelah sarapan di hotel dengan menu yang hampir sama dengan kemarin, kamipun berkemas untuk pulang. Kami mampir ke pusat oleh-oleh yang letaknya di dekat hotel. Di sana berjejer toko penjual oleh-oleh dan di depanya berjejer penjual lumpia khas Semarang. Tetapi oleh sopir kami, kami disarankan untuk tidak membelinya karena sulit untuk membedakan mana yang halal mana yang tidak. Akhirnya kami hanya membeli buah-buahan.

Perjalanan pulang cukup padat tidak seperti berangkatnya. Sekitar jam 10 kami sampai di Banaran untuk istirahat. Di sana terdapat fasilitas outbond, wisata kebun kopi, lapangan tenis dan tempat istirahat sambil ngopi kopi banaran. . Suasananya sejuk sehingga enak untuk istirahat. Menu yang disediakan menu serba kopi, gorengan, dan nasi ayang gorang. Harganya tidak mahal. Aku pesan jus pisang kopi, yang ternyata rasanya manis sekali sehingga rasa kopinya kurang terasa. Selain itu ada jus mentimun, jus penurun kolesterol, dan jus seledri.

Setelah rasa lelah ini hilang, kami melanjutkan perjalanan kembali. Direncanakan jalur pulang tetap melewati TawangMangu. Saya sudah siap, sehingga perjalanan terasa menyenangkan dan tidak mabuk. Sampai di rumah pas jam 6 sore. Alhamdullillah kami tiba dengan selamat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: