Oleh: ardianita | 06/24/2009

Sate Ponorogo

Sore tadi 24 Juni 2009 jam 19.30 diajak teman untuk menemani makan malam tamu dari BPPT. Setelah Beliaunya ditawari untuk makan malam dimana, Beliaunya tidak menjawab maka teman saya mengajak untuk makan malam sate Ponorogo di pusatnya yaitu di kota Ponorogo. Akhirnya mereka setuju. Kami meluncur ke Ponorogo dengan naik Inova.
Perjalanan cukup lancar karena jalan agak sepi tidak seramai biasanya.
Akhirnya sampai juga kami di Ponorogo. Sayangnya saya tidak membawa kamera, jadi tidak bisa mengabadikan nya. Dari arah Madiun sampai di perempatan pasar Ponorogo, kami belok kiri langsung. Jalan pertama di sebelah kiri, belok kiri masuk jl. Lawu. Dari jalan raya sekitar 700 m sebelah kiri ada gapura yang ditunggui oleh 2 patung membawa gada, kami belok kiri. Di gang 1 inilah tempat pengrajin sate. Sepanjang jalan ini hampir semua rumah adalah pedagang sate, tetapi yang membuka warung di sini dan cukup besar adalah pak H Tukri Sodikun.
Sampai juga akhirnya, dan kami memesan 8 porsi sate ayam dengan lontong untuk 8 orang. Setelah hampir 30 menit menunggu, datang juga pesanan kami.
1 porsi terdiri dari 10 tusuk sate ayam dan 1 bungkus lontong. Kami semula menganggap sedikit porsinya, ternyata setelah dimakan sangat mengenyangkan. Beberapa orang dari kami tidak mampu untuk menghabiskannya.
Bisa dibayangkan betapa besarnya satenya, dan didukung oleh sambel kacangnya yang manis.
Kamipun pulang dalam posisi kenyang, sehingga di mobil tidak banyak bicara.
H Tukri ini juga membuka cabang di Madiun, yaitu di depan Carrefour/terminal lama, dan hanya buka di siang hari.


Responses

  1. Salam kenal … selamat makan ya stae ponorogonya heheheh …
    btw … mohon info or foto bekas setasiun ponorogo saat ini .. katanya dah jadi pasar ya … makasih

    • Salam kenal juga Mas,
      Bekas stasiun Ponorogo saat ini sudah menjadi pertokoan. Dulu bangunan utamanya masih ada, tapi kelihatannya saat ini sudah diganti toko semua. Yang jelas sepanjang jalan Ponorogo-Madiun sudah tidak tersisa bangunan bekas stasiun/halte kereta, yang tersisa hanya jembatan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: