Oleh: ardianita | 02/22/2009

Bersepeda ke Segulung-Pagotan

Pagi ini aku bangun agak malas entah mengapa. Tapi, suara adzan subuh sudah dikumandangkang. Aku bangun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Eh nggak tahunya perut ini agak mules, ah ke wc dulu. Cepet-cepat kuselesaikan keperluanku segera aku wudhu lagi, dan sholat sunat, tapi memang agak tergesa-gesa karena takut tertinggal sholat jamaah. Untung musholanya dekat rumah, sehingga bisa datang tepat waktu iqomah dikumandangkan.

Pulang dari mushola segera aku buat kopi sendiri. Agak segar rasanya setelah minum kopi.

Aku menuju samping untuk mengambil sepeda polygonku. aku cek rodanya, masih cukup anginnya. Hari ini group sepedahku akan menuju Segulung, yaitu dari Pagotan Madiun ke arah timur kira-kira 16 Km.

Jam 5.45 aku berangkat menuju tempat berkumpul di perempatan Manisrejo Madiun. Jam 6.10 kami berlima mengayuh sepeda menuju Segulung. Pagi ini cuaca Madiun agak mendung sehingga tersa sejuk saat bersepeda. Rute hari ini melewati pabrik gula Kanigoro, dan sampai di desa Dagangan jalan mulai menanjak dan aspalnya aspal biasa, jadi agak kasar. Kanan kiri hamparan sawah yang hijau.berangkat

Jam 7.00 kami sudah sampai di pos pemeriksaan, yaitu setiap mobil yang keluar dari hutan akan diperiksa oleh petugas perhutani. Jalan terus menanjak dan napas ini sudah mulai senin kamis. Temanku Bambang Gembos ada masalah dengan sepedanya, sehingga jalannya agak pelan. Ini cukup membantu mengatur pernapasan kami. Kami terus beriringan memasuki hutan. Kanan kiri kami hutan yang cukup lebat tapi tertata rapi. Segar sekali udaranya. Matahari meyembul dari balik rindangnya dedaunan. Sesekali sepeda motor penduduk lewat.

masuk-hutan

hutan

udara-segar

Sekitar jam 8 kami sampai di desa Segulung dan langsung menuju SMP Negeri. Karena di sana ada sebuah batu besar, yang menurut penduduk sekitar mempunyai kasiat untuk mengobati segala macam penyakit, seperti batu milik Ponari yang saat ini sendang terkenal. Batu ini bernama batu gajah, karena sebesar gajah. Berdasar cerita, seseorang yang ingin sembuh penyakitnya, mengutarakan niatnya di depan batu itu, kemudian juga mengucapkan janjinya bila diberi kesembuhan. Menurut cerita lagi, apabila setelah sembuh orang tersebut lupa akan janjinya, penyakitnya akan kambuh lagi dan semakin parah. Penyakitnya akan sembuh kembali apabila janjinya yang dulu dipenuhi. Tapi sekarang warga sudah sangat jarang minta ke batu untuk kesembuhan. Bila sakit ya berobat ke dokter. Cerita mengenai batu itu sekarang menjadi sebuah legenda.

Tapi apabila ada yang menceritakan kehebatan batu itu di internet/koran, aku yakin batu itu akan ramai lagi dikunjungi orang.

ds-segulung

tempat-batu-gajah

di-depan-batu-gajah

Setelah puas melihat batu gajah, kami kemudian pulang kembali. Jalanan cukup menurun tajam. Kecepatan di spedometer sepedaku sampai 50 km/jam tanpa harus dikayuh. Asyik sekali saat turun, akhirnya sampai juga kami di warung di pinggir hutan untuk istirahat mengisi perut yang sudah keroncongan.istirahat. Teman-teman muslim, apabila berkesempatan ke Segulung, mohon jangan mampir ke warung ini. Karena disana juga memasak dedeh (darah ayam yang digoreng). Teman ada yang tahu saat akan membayar makanan yang kami beli. Sekarang apabila kami ke sana, untuk makannya kami mencari di Dagangan.


Responses

  1. Waduh liat foto jadi inget jaman sma dulu.sering bgt main didaerah situ.eh mlh mantan pacr rumahnya deket pos perhutang.hiks..hiks pgn pulang kampung deh.

    • Maaf ya agak telat mbalasnya, karena aku sedang berada di tempat yang tidak terjangkau telkomsel flash dan tidak ada internet.
      Aku ikut senang bisa mengingatkan kampung halaman.Kapan pulang ?

  2. salam kenal
    saya minta izin untuk meminjam foto2 cantiknya untuk dipakai di blog saya
    http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    silahkan mampir juga ke blog saya lainnya :
    http://richocean.wordpress.com

    terima kasih😆

  3. Blognya mantap Mas..saya juga asli madiun..klo dari Manisrejo naek ke arah Dungus juga banyak obyek foto yg bagus lho..salam kenal Mas..

    • Terima kasih Mas kunjungannya. Saya tinggal di Rejomulyo yang setiap tahun dikirimi air dari Dungus. Saya bersama teman-teman setiap hari minggu biasa ke Dungus kadang sampai Kare. Hanya bila ada libur panjang biasanya cari rute lain yang pemandangannya indah. Mas bisa lihat foto-foto saya&teman-teman di http://www.flickr.com/photos/akusepeda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: