Oleh: ardianita | 02/25/2016

Hasil foto-foto

Di sini saya ingin menuangkan hasil foto-foto saya yang memakai kamera HP.  Semoga bisa dinikmati

  1. Foto Jagung bakar di Sarangan. Jagung bakar manis, enak untuk mengusir dinginnya malam di Sarangan Magetan Jagung Bakar Sarangan
  2. Foto kabut yang datang di atas telaga Sarangan Magetan pada malam hari Kabut di telaga sarangan
  3. Jamur yang tumbuh di pokok kayu yang telah mati. Nama jamurnya, saya tidak tahu…. Jamur
Iklan
Oleh: ardianita | 06/12/2015

Menggambar Grafik Persamaan Kuadrat

Kali ini saya ingin berbagi rumus di MS Excel untuk menggabar grafik persamaan kuadrat y = ax^2 + bx + c. Perhitungannya memakai rumus abc, yang hasilnya berupa titik potong dengan sumbu x, titik puncak/balik, dan titik potong dengan sumbu y. Selain itu memungkinkan juga untuk tidak berpotongan dengan sumbu x.

Selain itu saya buatkan juga untuk perpotongan dengan garis linear y= px + q. Hasilnya bisa bersinggungan, berpotongan, dan tidak berpotongan.

Dalam pembuatan rumus, yang pertama saya memakai fungsi ISERROR yang mendeteksi ada kesalahan dalam hasil perhitungan. Apabila ada error berarti hasil akarnya imajiner. Ini menunjukkan nilai determinan D<0, artinya kurva tidak berpotongan dengan sumbu x.

Sedangkan rumus yang kedua, saya buat dengan mendeteksi kondisi determinan D<0. Apabila kurang dari 0 berarti tidak saling berpotongan/bersinggungan dan nilai y tidak ada.

Silakan di-download file excelnya, untuk memasukkan nilai di persamaan kuadrat ganti angka di kolom B4 sampai B6, sedang untuk persamaan linear, ganti angka di kolom B39 dan B40. Untuk menggambar grafiknya bisa dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan.

Semoga hasil kecil ini bisa bermanfaat.

Grafik fungsi kuadrat

Oleh: ardianita | 05/12/2015

Invers Matrik ordo 3×3

Bagi teman-teman yang membutuhkan solusi untuk mencari invers matrik ordo 3 x 3 tanpa susah payah mengitungnya, berikut saya buatkan di MS Excel. Silakan didonload.

Angka matrik yang dicari, silakan masukkan/ganti angka-angka di Nilai Matrik (C5:E7), nanti akan muncul otomatis berapa Minornya, Kofaktornya, Deteminannya, Adjoint, dan Inversnya.

Semoga bisa membantu

Invers matrik 3×3

Oleh: ardianita | 11/05/2014

Konversi Angka ke Huruf/kata dengan MS Excel

Berikut kami sampaikan cara membuat rumus untuk mengkonversi angka ke huruf/kata/terbilang dengan menggunakan fungsi di MS Excel. Rumus ini bisa digunakan untuk pembuatan raport di sekolah, karena yang saya tahu rapor anak saya menggunakan kata. Jadi kalau nilai 90 ditulis Sembilan Puluh. Selain itu bisa dipakai untuk pembuatan kwitansi dengan melakukan beberapa modifikasi sederhana. Di sini saya hanya memberi ide dasar saja.

Rumus yang dipakai tidak usah menggunakan VB maupun makro yang rumit untuk orang awam, hanya menggunakan fungsi utama IF dan VLOOKUP.

Fungsi-fungsi yang dipakai adalah :

1. IF(logical_test;nilai bila benar;nilai bila salah)

2. VLOOKUP(nilai lookup;range tabel;kolom ke berapa dari tabel;logical)

*   nilai lookup adalah nilai yang ada di cell yang akan dikonversi

*  range tabel adalah range tabel referensi tempat konversi yang dibuat

*  kolom ke berapa dari tabel adalah urutan kolom ke berapa dari tabel yang akan

ditampilkan, dihitung mulai dari kiri.

*  logical adalah berisi FALSE bila nilainya pasti seperti di tabel dan berurutan. Sedang

diisi TRUE bila nilai di tabel tidak pasti atau tidak berpola. Contoh :

1,2,3,4,10,13,100. Atau 10 untuk nilai E, 40 untuk D, 60 untuk C. Apabila nilai 50 akan

mendapat nilai apa?

3. LEFT(text;karakter ke berapa)

*  text adalah 1 karakter yang ada di cell yang akan diambil

*  karakter ke berapa adalah karakter ke berapa dihitung mulai dari kiri

4. RIGHT(text;karakter ke berapa)

*  text adalah 1 karakter yang ada di cell yang akan diambil

*  karakter ke berapa adalah karakter ke berapa dihitung mulai dari kanan

5. INT(angka) perintah ini saya pakai untuk mengubah karakter menjadi integer

 

Berikut adalah bentuk tabel yang saya buat. Di sini saya akan mengubah bilangan menjadi huruf. Flow Chartnya sebagai berikut :

flowchart konv-angka-huruf

tabel excel

Berdasarkan flowchart di atas, dibuat dulu tabel seperti di atas, di sini saya buat di cell O dan P mulai dari O2 sampai P14. Angka di tabel dimulai dari 0 sampai 11 dan 100. untuk ‘0’ diisi karakter ‘spasi’, jangan sampai dikosongkan, karena program akan error.

Setelah tabel dibuat, tentukan dimana angka yang akan dikonversi dan hasilnya diletakkan, di sini saya membuat di cell B2 sampai C5.

Kemudian uji apakah isi B2 sama dengan data di tabel O3:O14? kalau benar tulis huruf di C2 berdasarkan data di tabel O3:P14. Misalkan, B2 berisi 1 maka dengan perintah VLOOKUP akan mencari dari tabel angka 1 itu sama dengan huruf apa, dan di tabel berisi “Satu”. Logical di VLOOKUP diisi TRUE karena ada data yang tidak berurutan, yaitu 100.

Tetapi apabila tidak sama, maka akan masuk ke pengujian kedua, diuji lagi apakah isi B2 mempunyai karakter pertama angka 1? Bila benar, maka dengan perintah VLOOKUP mencari data dari tabel mulai angka 2 sampai 9 yang sama dengan karakter pertama dari kanan di cel B2. kemudian dengan fungsi ‘&’ ditambah kata ” Belas”. Fungsi & mudah dipakai daripada fungsi CONCATENATE yang gunanya juga untuk menggabungkan 2 kata, dan di depan kata ‘Belas’ diberi spasi agar kata di depannya terpisah dengan ‘Belas’.

Tetapi bila tidak sama, yang berarti angkanya lebih dari 19, berarti masuk ke pengujian berikutnya. Diuji isi karakter pertama dari kiri B2 apakah tidak sama dengan 1, tujuannya agar angka 100 yang lebih besar dari 19 tidak ikut masuk. Bila benar maka dengan menggunakan perintah VLOOKUP mencari karakter pertama dari kiri di cell B2 yang sama dengan di tabel mulai O4:P11, ditambah fungsi ‘&’ ditambah kata ” Puluh ” (di depan dan belakang “Puluh” ditambah spasi). Kemudian dicari lagi data di tabel dengan VLOOKUP untuk karakter pertama dari kanan di cell B2, mulai O2:P11 untuk mengisi bilangan satuannya. Apabila karakter ke dua di cell B2 berisi “0” maka data di tabel untuk 0 adalah spasi atau karakter kosong. Apabila salah, akan diisi spasi atau karakter kosong.

Bentuk Programnya adalah sebagai berikut :

=IF(B2=VLOOKUP(B2;$O$3:$O$14;1;TRUE);VLOOKUP(B2;$O$3:$P$14;2;FALSE);IF(LEFT(B2;1)=”1″;VLOOKUP(INT(RIGHT(B2;1));$O$4:$P$11;2;FALSE)&” Belas”;IF(LEFT(B2;1)<>”1″;VLOOKUP(INT(LEFT(B2;1));$O$4:$P$11;2;FALSE)&” Puluh “&VLOOKUP(INT(RIGHT(B2;1));$O$2:$P$11;2;FALSE);” “)))

File Excelnya : konversi angka ke huruf

 

Ada fungsi $ yang nempel di O dan P adalah, untuk membuat O dan P tidak berubah apabila dibuat autofill di B3:C3 sampai ke bawah terus.

Demikian program sederhana ini saya buat, mungkin bisa memberi inspirasi untuk penggunaan yang lebih lanjut atau lebih rumit.

Oleh: ardianita | 11/02/2014

Pawai Ta’aruf 1 Muharam 1436 H

Pada tanggal 25 Oktober 2014 atau tanggal 1 Muharam 1436 H, pemerintah Kota Madiun mengadakan peringatan tahun baru Islam ddengan mengadakan pawai ta’aruf semua sekolah mulai tingkat TK/Paud sampai dengan SMA/SMK sekota.

Pawai diberangkatkan oleh bp. Walikota Bambang Irianto sekitar jam 6 pagi dari Aloon-aloon Barat di depan masjid Agung, dan berakhir di aloon-aloon kembali. Peserta pertama adalah untuk tingkat TK/Paud yang melakukan pawai mengitari aloon-aloon saja. Sedangkan tingkat SD/MI sampai SMA/SMK berjalan melewati Jl. PangSud – Dr. Soetomo – Jl. Pahlawan dan kembali ke aloon-aloon.

Pagi itu lumayan cerah dan cenderung panas, tetapi tidak menyurutkan semangat peserta maupun penonton yang memadati sepanjang jalan yang dilewati pawai.

Berikut adalah foto-foto saat pawai ta’aruf tersebut, tetapi saya tidak bisa menyebutkan asal sekolah untuk beberapa TK karena untuk TK dan SD dikelompokkan berdasarkan gugus/kecamatan. Tapi saya berharap tidak mengurangi keramaian suasananya. Dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam menuliskan judul foto, dan mohon koreksi bila ada yang salah. Saya juga tidak mengambil foto dari peserta pertama, karena terlambat.

Pawai Wali 9 - TK  TK gugus Kartoharjo  TK Kartika Madiun  Guru TK tak mau kalah  Uniknya bp guru  GURU TK UNIK ???????????????????????????????  Drumb band SD Endrakila  penari SD Endrakila  Mayoret TK Chandra Shiwitama  ???????????????????????????????   ??????????????????????????????????????????????????????????????Gunungan  ?????????????????????????????????????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????????????????????????????????????

??????????????????????????????? ???????????????????????????????  ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? SMPN 2 Madiun

SMPN 13 Madiun Mayoret SMPN 13 Madiun SMPN 13 Madiun SMPN 6 Madiun Drumb band SMPN 6 Madiun Penari SMPN 4 Madiun SMPN 4 Madiun SMKN 4 Madiun Peragawati SMKN 4 Madiun SMKN 3 Madiun Penari SMKN 3 Madiun Onta SMKN 3 Madiun SMKN 2 Madiun Penari SMAN 1 MadiunSMAN 3 Madiun Penari SMAN 3 Madiun Mayoret SMAN 3 Madiun SMAN 4 MadiunSMAN 4 Madiun SMAN 6 Madiun Peragawan SMAN 6 MadiunSMAN 6 Madiun Replika AlQur'an MAN 1 Madiun Peragawati MAN 1 Madiun MAN 1 Madiun MAN 1 Madiun 

Oleh: ardianita | 02/05/2013

Urgensi Masyarakat Sadar Halal

Oleh Ceppy Indra Bestari
Urgensi Pola Hidup Halalan Toyyiban
Bagi seorang mu’min, makanan bukanlah sekedar pengganjal perut kala lapar, akan tetapi ia bisa membawa manusia kedalam api neraka jika apa yang dimakan itu jika tidak halal (haram). Disamping itu makanan haram menyebabkan ibadah yang kita lakukan serta do’a yang kita panjatkan akan sia-sia. Mari kita perhatikan salah satu dari sekian banyak hadist terkait makanan haram berikut:
Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah.” Apa jawaban Rasulullah SAW, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak baginya.” (HR At-Thabrani)
Sebagian ulama berpendapat bahwa makanan yang kita makan berpengaruh terhadap pembentukan sifat dan karakter kita. Maka Bukan tidak mungkin jika ada kenakalan dan ketidak patuhan anak-anak kita, budaya korupsi para pejabat kita, maraknya kemaksiatan dan sikap meremehkan dosa dan lain-lain sedikit banyak akibat dari masuknya makanan haram pada tubuh mereka. Untuk lebih detail memahami dampak buruk makanan haram bagi kita dan keluarga silahkan dibaca artikel kami lainnya yang berjudul “Dahsyatnya Dampak Buruk Makanan dan Harta Haram”.
Oleh karena itu, sebagai mu’min yang taat, kita harus mampu memilih hanya makanan yang baik dan halal saja yang kita konsumsi. Yang dimaksud halal disini baik halal pada zatnya maupun pada cara mendapatkannya.
Realita Masyarakat Muslim Indonesia
Namun sungguh sangat ironis bahwa masih banyak kaum muslimin yang hampir tidak peduli, menganggap enteng, bahkan cenderung meremehkan kehalalan makanan yang dikonsumsinya. Kodisi ini disebabkan terutama karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang menyebabkan kurangnya kesadaran dan ketidakpedulian dari sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia. Secara umum kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang dimaksud adalah:
1. Kurangnya pemahaman dari sisi syariah, tentang perintah dan larangan terkait halal haram, akibat yang ditimbulkan dan pahala serta mafaat yang di dapat jika taat. Akibatnya adalah kurangnya kesadaran, kehati-hatian dan kepedulian. Contohnya ketika makan daging di warung makan (misalnya daging ayam), banyak diantara yang tidak peduli apakah ayam yang dimakan disembelih dengan menyebut nama Allah. Atau banyak yang tidak peduli apakah bumbu-bumbu yang dipakai mengandung bahan haram seperti ang ciu, minyak babi dan lainnya.

2. Kurangnya pengetahuan dari sisi kemajuan teknologi pangan. Terutama pengetahuan tentang bahan makanan, kosmetika, pembersih muka obat-obatan bahkan alat-alat masak serta sandang.

Contohnya saja ketika kita berbicara babi, dengan alasan “efisiensi produksi” dimana bahan-bahan dari babi jauh lebih murah dibanding lainnya, maka penggunaannya menjadi pilihan utama, terutama di negara non Muslim. Padahal banyak sekali produk-produk import yang beredar di negara ini atau produk lokal yang sebagian bahan bakunya import.
Ketidaktahuan ini membuat masyarakat Muslim merasa aman-aman saja ketika mengkonsumsi kapsul dengan bahan gelatin babi, menggunakan pembersih wajah dengan karbon aktif dari tulang babi yang di bakar, atau mandi mensucikan diri dengan menggunakan sabun yang mengandung lemak babi.
Ironisnya kegiatan bernuansa ibadah pun tak lepas dari bahaya ini, misalnya ke masjid dengan menggunakan sandal dari kulit babi, atau sholat sementara dikantongnya ada dompet kulit babi, berbuka puasa dengan air mineral yang di saring menggunakan penyaring arang dari tulang babi, mengolesi kue lebaran menggunakan kuas dari bulu babi, atau berwisata religi sambil menikmati jagung bakar yang bumbunya di oleskan oleh kuas babi, dan masih banyak lagi realita ironis lainnya yang sangat-sangat mengkhawatirkan.
Ini baru satu yang kita bahas yaitu babi, padahal masih banyak bahan baku haram lainnya. Misalnya bahan berasal dari hewan halal namun tidak di sembelih dengan menyebut nama Allah, atau penggunaan anggota tubuh manusia untuk bahan kosmetika, suplemen dan bahkan bahan pelembut makanan.
3. Kurangnya pemahaman dan kewaspadaan atas realita pasar. Dengan alasan harga dan upaya memperoleh keuntungan yang besar, banyak sekali kecurangan-kecurangan yang terjadi di pasar yang tidak disadari oleh masyarakat Muslim. Tengoklah kasus pencampuran daging sapi dengan babi, kasus penyeludupan babi hutan, bangkai ayam untuk bakso, sapi glonggongan, bahkan produk-produk yang sengaja dibuat seoleh halal namun haram.
Untuk yang terkhir ini kami beri satu saja contoh untuk Anda, silahkan cek di google dengan kata kunci “krupuk kulit babi Rejeki”, perhatikan namanya yang sekilas Islami (Rejeki). Untunglah ada keterangan pada kemasannya, bagaimana jika tidak ada keterangan, bisa jadi banyak penggemar krupuk kulit terkecoh memakan kulit babi.

4. Kurangnya pemahaman akan hukum dan peraturan. Contoh yang paling jelas adalah masalah label halal. Bayak diantara kita menganggap bahwa restoran atau produk yang mencantumkan label halal sudah pasti halal. Padahal realitanya banyak label halal adalah “self claim” alias pernyataan sepihak tanpa adanya pengujian dari badan yang berwenang. Jika saja masyarakat paham label seperti apa yang resmi dan yang bukan, maka mereka akan terhindar dari memakan makanan haram atau subhat.

5. Kurangnya pemahaman akan konsep ujian dunia. Keadaan dilematis yang menyulitkan untuk menjaga diri dan keluarga dari barang haram terkadang disikapi secara salah oleh sebagian besar kita. Padahal jika kita memahami bahwa keadaan tersebut merupakan ujian bagi kita untuk selalu taat dan kesempatan besar meraih pahala dari upaya menghindari barang haram, maka pastilah akan berbeda juga sikap kita.
Dengan kondisi dilematis dan sulit membedakan yang halal dan haram ini membuat sebagian Muslim mengeluh bahkan dengan gampang mengatakan “jika ingin 100% halal ya hiduplah di hutan sana. Atau dengan gampang mengatakan bahwa untuk keadaan “darurat” memakan makanan haram boleh-boleh saja. Ironisnya kondisi darurat yang dimaksud tidak difahami dengan benar. Kadang hanya karena tidak enak dengan atasan atau koleganya ia rela ikut jamuan makan di resto yang “subhat” dengan alasan darurat.
Berkaitan dengan konsep ujian dunia, perhatikan hadist berikut : Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)
Surga itu mahal dan tidak hanya bisa dicapai dengan upaya yang seadanya. Harus ada upaya dan pengorbanan besar untuk memperolehnya diantaranya untuk lulus dari ujian dan mengumpulkan bekal pahala sebanyak-banyaknya dari ujian ini. Perhatikan firman Allah dan Sabda Rasullullah berikut ini :
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya : “Bilakah datangnya pertolongan Allah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al Baqarah 2 : 214)
Kembali ke pembahasan realita kesadaran masyarakat Muslim Indonesia saat ini, dapat disimpulkan bahwa pemahaman dan kesadaran umat akan kondisi saat ini dan kewajiban untuk mewujudkan pola hidup halalan toyyiban merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditunda lagi.

Dampak dari Kodisi Masyarakat yang tidak Sadar Halal
Mari kita lihat “beberapa” dampak dari tidak adanya pemahaman dan kesadaran orang Muslim:
1. Dengan leluasa produk-produk haram dan subhat di produksi karena toh masyarakat Muslim mau membeli dan mengkonsumsinya
2. Maraknya kecurangan dan pengelabuan produk haram menjadi “seolah” halal, toh masyarakat muslim tidak mengetahuinya, kalaupun ketahuan tidak besar resikonya
3. Sertifikasi halal bukan menjadi “nilai tambah” bagi produsen karena toh banyak muslim yang tidak mempertanyakannya dan tidak menjadi pertimbangan dalam membeli.
4. Produsen produk pangan dengan leluasa mencampurkan bahan-bahan haram (dengan pertimbangan harga yang lebih murah) toh masyarakat Muslim tidak mengetahui dan mempertanyakannya.

Hal ini bisa diminimalisir jika saja penduduk Muslim Indonesia mayoritas faham dan sadar. Belum lagi jika sudah bergerak membentuk kekuatan sosial yang akan membawa dampak positif yang menjadi kebalikan dari kondisi diatas, diantaranya:
1. Produsen tidak lagi leluasa memproduksi produk tanpa sertifikasi Halal, bisa-bisa tidak ada yang membeli karena masyarakat sudah sadar halal.
2. Kecurangan dan pengelabuhan akan ditekan secara minimal karena masyarakat sudah faham dan sadar, bahkan bisa melakukan tuntutan jika ketahuan.
3. Sertifikasi Halal akan menjadi nilai tambah bahkan satu keharusan bagi produsen jika ingin produknya laku.

4. Pemerintah akan lebih terdorong, mudah dan powerfull dalam menetapkan kewajiban sertifikasi Halal untuk produk pangan yang ada di Indonesia, karena merupakan aspirasi dari sebagian besar penduduknya.

Mewujudkan Masyarakat Sadar Halal, Apa Kontribusi Kita?
Pemahaman dan kesadaran masyarakat atas kondisi saat ini dan kewajiban untuk melindungi diri dari sesuatu yang haram ini menurut kami merupakan langkah awal yang harus di perjuangkan. Beginilah selalu siklus da’wah para Rasul. Titik pertama selalu dimulai dari penyampaian ilmu sehingga timbul pemahaman. Pemahaman yang benar dan utuh akan menimbulkan keyakinan dan kesadaran sehingga timbulah motivasi dalam diri yang akan melahirkan amal atau action.
Kesadaran tidak boleh berhenti pada tataran individu namun harus di sebarluaskan sehingga memasyarakat. Setiap individu yang telah di fahamkan dan disadarkan oleh da’wah halal ini wajib untuk menyampaikannya kembali ke orang lain. Dimulai dari keluarga terdekat, teman, masyarakat sampai ke tingkatan Negara dan dunia. Beginilah Rasulullah mencontohkan kepada kita. Jika semua ini dikolektifkan dan diorganisir dalam sebuah tatanan amal jama’i yang rapi, niscaya akan melahirkan gerakan dan kekuatan dahsyat untuk merubah kondisi saat ini.
Kesadaran dimulai dari pemahaman. Pemahaman dilahirkan dari pengetahuan yang diolah. Sedang pengetahuan ini tidak akan sampai kepada mereka kecuali ada media dan orang yang menyampaikannya. Pusathalal.com berusaha memfasilitasi hal ini melalui penyediaan media dan materi sosialisasi baik secara online maupun offline. Namun upaya ini akan minim dampaknya jika tidak didukung secara massif oleh seluruh umat untuk turut serta menyampaikan kembali ke orang-orang di sekitarnya, termasuk Anda wahai pembaca yang di rahmati Allah.
Mari kita mulai terhadap diri, keluarga, masyarakat sekitar hingga lingkup Negara dan dunia. Manfaatkan media dan materi yang kami sediakan seoptimal mungkin sebagai alat bantu Anda dalam menjalankan misi da’wah halalan toyyiban. “Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikit pun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barang siapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa orang yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra).
Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan bagi kita semua untuk secara istiqomah berperan mewujudkan Indonesia sebagai negeri halalan toyyiban. Amin ya Robb.
*****
Dapatkan materi-materi sosialisasi halalan toyyiban dalam bentuk pdf, power point, video dan lainnya di http://www.PusatHalal.com.
~ Pusat Informasi, Pendidikan dan Komunitas Halalan Toyyiban ~

Oleh: ardianita | 10/13/2012

Ngopi Sedap tanpa Haram

Cermati sebelum menyeruput minuman kopi. Banyak kemungkinan untuk jadi haram.

 

‘’Saya nggak ngopi lagi,’’ kata DR Ahmad Sumargono, saat ditawari minuman kopi dalam silaturahim dengan pengurus LAZIS Dewan Da’wah pada malam tahun baru lalu. ‘’Tapi bolehlah kalau yang encer,’’ ralat tokoh aktivis itu tersenyum.

Ya, siapa tak tergoda minum kopi. Bahkan sebagian orang, pria maupun wanita, sampai kecanduan ngopi. Utamanya mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan aktivitas seabreg. Kandungan kafein kopi, membuat seduhan ini mendatangkan efek segar bagi peminumnya. Badan jadi terasa lebih fresh, mata pun terjaga dibuatnya.

Tak heran, tersedia beragam kopi di pasaran. Dari yang kelas home industry, hingga keluaran pabrikan modern.

Banyak pilihan kopi. Masalahnya, mana yang halal? Tentu saja yang sudah bersertifikat halal MUI dan terdaftar di Badan POM Depkes. Sebab kalau tidak, sulit bagi konsumen untuk memastikan sendiri status kehalalan kopi.

 

Kopi Murni

Ini jenis kopi tradisional, yang akrab disebut kopi tubruk. Ia diolah dari biji kopi yang disangrai dan dihaluskan. Hasilnya berupa bubuk kopi, yang diseduh dengan ampasnya untuk dihidangkan.

Kopi murni yang terbuat dari 100 persen biji kopi, tak perlu diragukan kehalalannya karena saam sekali tak menggunakan bahan tambahan dalam proses produksinya.

Untuk memenuhi selera konsumen yang tak mau bibirnya belepotan ampas kopi saat ngopi, pabrikan melanjutkan proses pengolahan dengan mengekstrak bubuk kopi dengan air. Melalui teknik pengeringan tertentu, dihasilkanlah kopi murni instan. Sifatnya lebih mudah larut, dan tidak menghasilkan ampas hitam.

Kopi murni yang terkenal misalnya Kopi Robusta dan Arabica. Alhamdulillah, Indonesia memiliki sejumlah jenis kopi tradisional yang legendaris seperti Kopi Lampung dan Kopi Toraja.

 

Kopi Luwak

Salah satu kopi murni terbaik di dunia yang kita miliki adalah Kopi Luwak. Ia diolah dari biji kopi yang diambil dari feces (kotoran) luwak atau musang kelapa. Konon, setelah dimakan dan dan melewati saluran pencernaan luwak, biji kopi tersebut istimewa cita rasanya ketika dijadikan minuman.

Kopi Luwak sudah lama masyhur di kawasan Asia Tenggara. Pamornya mendunia setelah dipublikasikan pada tahun 1980-an. Bahkan harganya melejit hingga mencapai lebih 200 dolar Amerika per kilonya. Kopi Luwak pun jadi kopi termahal seantero jagat.

Lantaran dikorek-korek dari kotoran luwak, biji Kopi Luwak sempat dipertanyakan kehalalannya.

Melalui fatwa nomor 4 tanggal 20 Juli 2010, MUI menyatakan bahwa Kopi Luwak halal dikonsumsi umat Islam. Syaratnya, biji kopi tersebut harus dicuci atau disterilkan dulu dari najis kotoran luwak.

 

Kopi Berperasa

Lantaran terbatas, kopi murni tentu mahal harganya. Untuk mengakali agar produksinya lancar dan harga jualnya terjangkau konsumen, produsen kopi biasanya mencampur kopi dengan bahan lain dalam proses penyangraian. Biji jagung adalah bahan pencampur yang umum digunakan.

Tentu saja, campuran itu membuat taste dan aroma kopi berkurang. Namun, produsen tak kurang akal. Ditambahkanlah bahan penambah rasa dan aroma (flavor) kopi untuk memperbaiki kualitas produknya.

Itu dia masalahnya. Penggunaan flavor (perisa) bisa jadi malah membuat kopi yang dihasilkan haram diminum bagi umat Islam. Sebab, flavor kopi dapat terdiri dari puluhan bahkan ratusan bahan penyusun yang rawan kehalalannya.

Menurut auditor LPPOM MUI, DR Anton Apriyantono, titik kritis perisa meliputi: 1) pelarut yang digunakan, yang bisa menggunakan etanol dan gliserol, 2) bahan dasar pembuatannya, 3) asal bahan dasar yang digunakan.

 

Coffee Mix

Salah satu varian kopi adalah kopi campuran atau coffee mix. Campuran paling sederhana adalah kopi (bubuk atau instan) dengan gula, yang sering dilabeli sebagai ‘’kopi duo’’ atau ‘’kopi 2 in 1’’.

Bentuk campuran yang lebih kompleks adalah penambahan susu, krimer, atau bahan minuman lain seperti jahe dan ginseng, serta penambahan berbagai jenis flavor selain kopi. Bahan-bahan campuran inilah yang menjadikan coffee mix harus diwaspadai status kehalalannya.

Non-dairy creamer adalah krimmer yang paling umum digunakan sebagai bahan campuran kopi. Auditor LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) MUI, Ir Muti Arintawati MSi, menjelaskan, bahan ini merupakan krimer yang tidak terbuat dari susu. Komponen penyusun utamanya terdiri dari tepung sirup jagung, minyak nabati dan kaseinat dengan bahan tambahan berupa bahan pengemulsi, anti kempal, dan bahan pewarna.

‘’Tepung sirup jagung dan minyak nabati berasal dari tumbuhan yang halal. Kaseinat juga berasal dari komponen susu yang jelas kehalalannya. Tapi, cara pengolahan masing-masing bahan tersebut bisa dicemari bahan-bahan penolong yang tidak halal,’’ papar Muti.

Selain itu, Muti menambahkan, bahan pengemulsi yang digunakan dalam proses pembuatan kopi campuran juga perlu dikritisi. Sebab, ia bisa merupakan turunan bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan. Nah, hewan apa dan bagaimana menyembelihnya, itu yang jadi masalah.

Bahan anti-kempal yang digunakan dalam pembuatan kopi campuran merupakan bahan sintetik kimia. Sedang pewarnanya bisa menggunakan bahan alami ataupun sintetik. Meski dari tumbuhan, bahan pewarna alami perlu dipertanyakan bahan pengekstrak ataupun pencampur yang digunakan. Tak boleh menggunakan khamar.

Titik kritis berikutnya dari coffee mix adalah perisa yang dipakai. Penggunaan perisa yang berbeda, menghasilan varian coffee mix yang beragam pula. Misalnya kopi rasa vanilla, moka, moccachino, toffee, atau capuccino.

 

Kopi Kemasan

Selain dalam bentuk serbuk siap seduh, coffee mix juga diproduksi dalam bentuk cair siap minum yang dikemas dalam botol, kaleng, atau kemasan karton beraluminium foil.

Untuk menghasilkan kopi kemasan dengan konsistensi yang stabil, biasanya perlu ditambahkan bahan penstabil ekstra. Nah, bahan penstabil ini pun bisa jadi tidak halal buat pengopi muslim.

 

Kopi Kedai

Ngopi di kedai, bagi sebagian orang, menjadi ritual wajib. Baik kedai tradisional seperti di Aceh, maupun café modern di pusat-pusat kota.

Prinsipnya sama saja, kalau sudah ada campuran dalam pembuatannya, hidangan kopi harus diwaspadai kehalalannya. Termasuk, konon kabarnya, ada daun ganja yang dicampurkan dalam kopi Aceh. Menurut kaidah fiqih, barang yang memabukkan maka banyak maupun sedikitnya tetap haram dikonsumsi.

Menu kopi di café modern semacam Starbuck jelas harus lebih dicermati. Misalnya penggunaan emulsifier pada non-dairy krimer nya. Menurut Elvina Rahayu, auditor LPPOM MUI, bahan pengemulsi yang biasa digunakan adalah mono digliserida yang berkode E-471. Bahan pengemulsi ini bisa berasal dari hewan atau tumbuhan.

‘’Kita juga harus waspada jika ngopi di luar negeri, karena tak jarang disajikan
dengan dicampur minuman beralkohol,’’ Vina yang sering mengaudit ke manca negara mengingatkan.

Di antara menu kopi manca yang perlu dihindari misalnya Cajun, Danish, Jamaican, Vermont, Tia Maria, dan Spanish Coffee.  ‘’Semua kopi ini mengandung rhum yang termasuk khamar,’’ ungkap Vina. Rhum adalah sejenis minuman keras sekaliber whiskey dengan kadar alkohol tinggi, lebih dari 37%.

Kopi luar negeri yang juga beralkohol adalah Colonial, Keoki, German Coffee, yang kesemuanya mengandung brandy. Sedangkan English, French, dan Mexican Coffee mengandung kahlua dan London gin. Adapun Irish Coffee mengandung irish whiskey. (nurbowo)

Sumber : Halal-Baik-Enak@yahoogroups.com

Oleh: ardianita | 07/26/2012

Memilih Restoran Halal

Memilih Restoran Halal
Anton Apriyantono
Halal Watch
Dirilis tanggal 24 Juli 2012
            Konsumen muslim di Indonesia, karena merasa muslim adalah mayoritas di Indonesia, seringkali tidak sadar bahwa tidak semua restoran di Indonesia menyediakan makanan halal.  Tidak sadar pula bahwa walaupun di restoran tersebut tidak menyediakan masakan babi atau minuman keras ternyata makanan yang disajikan tidak semuanya dijamin halal.  Hal ini dapat terjadi diantaranya akibat ketidaktahuan si pengelola restoran maupun konsumen itu sendiri.  Oleh karena itu menjadi penting bagi konsumen untuk mengetahui peraturan yang berlaku, jenis makanan yang diragukan kehalalannya dan bagaimana cara terbaik untuk memilih restoran yang halal seperti akan dijelaskan dibawah ini.
Peraturan
            Di Indonesia tidak ada peraturan yang mengharuskan setiap restoran harus menyediakan makanan halal, tidak juga ada keharusan memeriksakan kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs.  Yang ada adalah apabila si restoran ingin mengklaim bahwa restorannya menyajikan makanan halal maka harus memeriksakan makanannya ke MUI, apabila si restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal maka si restoran berhak mencantumkan logo halal pada restorannya.  Peraturan ini sebetulnya merupakan analogi peraturan yang berlaku pada produk pangan dalam kemasan dimana pencantuman label atau tanda halal pada produk dalam kemasan harus didasarkan atas sertifikat halal yang dimiliki oleh produk tersebut dimana sertifikat tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang (MUI).
            Masalahnya, seringkali si pengelola restoran mencantumkan label atau tanda halal di restorannya walaupun restoran tersebut belum pernah diperiksa sama sekali oleh yang berwenang (MUI).  Bahkan, ada satu restoran Jepang (kejadiannya sudah lama) yang telah diperiksa MUI tapi tidak memperoleh sertifikat halal karena dalam pembuatan makanannya masih mengggunakan sake dan mirin (keduanya masuk kedalam golongan khamar), ternyata si restoran tersebut mengiklankan dirinya sebagai restoran halal.  Praktek-praktek seperti ini jelas sangat merugikan konsumen.  Untuk kasus yang pertama dimana restoran mencantumkan sendiri label halal tanpa pemeriksaan itu jelas tindakan yang tidak fair karena konsumen tidak mengetahui bagaimana makanan yang disajikan si restoran dibuat dan tidak ada pihak yang ketiga dan berwenang yang menjadi saksi dalam pembuatan makanan yang disajikan.  Dalam kasus yang kedua dimana sudah jelas jelas si restoran tersebut menyajikan makanan yang tercampur bahan yang haram sehingga makanan yang disajikan juga haram, sudah melakukan penipuan terhadap konsumen karena berani mengklaim dan mengiklankan restorannya menyajikan makanan halal padahal haram.  Celakanya, hampir tidak ada sangsi yang diterima oleh restoran walaupun mencantumkan label halal atau mengiklankan restorannya sebagai halal tetapi tidak diperiksa dan dinyatakan halal oleh yang berwenang, atau melakukan penipuan sekalipun.
            Sebagai konsumen kita harus waspada dan teliti karena jika si restoran tersebut tidak memiliki sertifikat halal maka artinya kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs tidak ada lembaga berwenang yang menjamin.  Sayangnya, masih sedikit restoran yang telah memiliki sertifikat halal (lihat daftarnya di http://www.halalmui.org), oleh karena itu pengetahuan kitalah yang harus ditingkatkan sehingga bisa mengetahui mana restoran yang menyajikan makanan yang diragukan kehalalannya dan mana yang tidak.
Jenis makanan yang secara umum diragukan kehalalannya
            Secara umum makanan moderen lebih rawan kehalalannya (dibandingkan dengan makanan tradisional) karena bahan yang digunakan banyak yang impor dan berasal dari negara non muslim (khususnya bahan hewani dan turunannya).  Secara khusus konsumen muslim harus mewaspadai masakan Cina karena dalam pembuatannya sering melibatkan lemak babi dan arak, baik dalam bentuk arak putih maupun arak merah (ang ciu).  Selain itu, kie kian yang sering digunakan dalam pembuatan cap cai dalam pembuatannya melibatkan lemak babi.
            Masakan Jepang dan sejenisnya dalam pembuatannya sering melibatkan sake dan mirin, keduanya masuk kedalam golongan khamar sehingga masakan yang dibuat dengan menggunakan sake dan mirin tidak diperkenankan dikonsumsi oleh umat Islam.  Masakan Barat juga rawan kehalalannya karena banyak menggunakan keju (status kehalalannya syubhat), wine (khususnya masakan Perancis), daging yang tidak halal, buillon (ekstrak daging), wine vinegar, dll.
            Cukup banyak pula restoran, warung, kaki lima, gerobak dorong yang masih menggunakan ang ciu (anggur merah) dalam pembuatan masakannya seperti masakan seafood, nasi goreng, dll, bahkan masih ada pula praktek merendam ayam dalam arak sebelum diolah lebih lanjut.
Bagaimana memilih?
            Dalam memilih mana restoran yang menyajikan makanan yang kehalalannya terjamin di Indonesia memang agak repot mengingat jenis restoran yang ada sangat banyak dan bervariasi dari mulai warung tegal, warung tenda, restoran kecil, restoran besar, restoran fast food, dll.  Walaupun demikian, ada beberapa saran yang dapat dijadikan pegangan yaitu:
1.      Pilihlah restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal (lihat daftarnya di http://www.halalmui.org).  Restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya.
2.      Jika kita tidak membawa daftar restoran halal maka pada waktu masuk ke restoran yang kita ragu atas kehalalan makanan dan minuman yang disajikan maka tanyakanlah sertifikat halal yang dimiliki oleh restoran tersebut secara sopan.  Jangan terkecoh dengan adanya label atau tanda halal yang ada di restoran ybs karena seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak selalu benar apa yang dinyatakan oleh restoran tsb.  Jika kita ragu terhadap kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal maka harus kita hindari restoran tsb.
3.      Hindari restoran yang menyajikan masakan yang secara umum diragukan kehalalannya seperti telah dijelaskan sebelumnya, kecuali restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal dari yang berwenang.
4.      Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di restoran ini menggunakan ang ciu?”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini, ada keperluan lain”, lalu kita meninggalkan restoran tsb.
5.      Hindari restoran yang menyajikan masakan yang jelas jelas haram seperti produk babi dan minuman keras.  Jangan pula makan di restoran yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram seperti produk babi atau minuman keras.  Tidak ada jaminan bahwa masakan yang disajikan tidak bercampur dalam pembuatannya dengan masakan yang haram.  Dalam hal minuman keras, kita diperintahkan untuk menghindari tempat dimana minuman keras disajikan.
Sumber : halal-baik-enak@yahoogroups.com <halal-baik-enak@yahoogroups.com>

Kebiasaan di tempat kami adalah audit dilakukan oleh satu tim yang terdiri dari 2 orang Auditor atau 3 orang Auditor dan salah satu menjadi pimpinan (jabatannya sebagai Wakil LA). Sebenarnya dalam 1 periode audit sudah ditentukan 1 orang Lead Auditor yang akan dibantu oleh beberapa Wakil Lead yang ditempatkan dalam tim-tim tersebut. Wakil LA inilah nantinya yang akan memimpin dalam proses audit. Sedangkan LA juga terlibat dalam proses audit tetapi di tempat yang lain sesuai dengan pembagian jadwal audit yang dibuat oleh MR.

Acara audit ini adalah acara yang biasa kami ikuti.

Opening Meeting

Di awal ada opening meeting yang dihadiri oleh semua pimpinan unit dalam perusahaan tersebut beserta Direksi. Di acara ini MR akan menerangkan tujuan audit kali ini dan elemen-elemen berapa saja yang akan diaudit, juga unit/departemen mana saja yang akan terlibat. Jadwal pelaksanaan juga dibahas di sini. Diperkenalkan juga tim auditor yang akan mengaudit di setiap unit/departemen.

MR kemudian mempersilakan Direksi untuk memaparkan kebijakan mutu di perusahaannya, dan proyek-proyek/kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dan akan dilakukan. Paparan Direksi ini nantinya yang akan dipakai sebagai bahan audit di setiap unit/departemen, apakah jajaran di bawah Direksi sudah melakukan sesuai dengan arah perusahaan yang sudah disepakati? (arah perusahaan dalam segi mutu).

Acara ini bisa berlangsung 15 menit atau 30 menit, karena bisa juga dilanjutkan dengan audit manajemen. Auditor bisa langsung mengaudit Direksi dalam hal kebijakan-kebijakan yang terkait mutu.

Proses Audit di Unit/Departemen

Pembukaan

Lead Auditor/Wa biasanya akan memperkenalkan diri siapa saja anggota dalam tim auditor. Kadang-kadang dalam perkenalan ini bisa detail, misalnya bapak A yang akan mengaudit Elemen apa saja, dan bapak B akan mengaudit Elemen yang lain.

Setelah perkenalan, akan dilanjutkan menerangkan tujuan audit dan elemen-elemen ISO yang akan diaudit sesuai dengan panduan yang telah dibuat oleh MR untuk Auditor. Kemudian disepakati jadwalnya, seperti yang telah dibuat oleh MR dan sistem audit yang akan dipakai. Sistem audit ini bisa berupa tanya jawab yang disertai dengan bukti dokumen atau hasil kerja, bisa juga dengan audit di lapangan, yaitu dengan melihat bukti nyata dari kegiatan sistem mutu yang telah dibuat. Kemudian Pimpinan unit/departemen dipersilakan memberi sambutan terkait dengan proses audit ini.

Pelaksanaan Audit

Dalam proses audit sebaiknya diawali dengan melihat proses kegiatan mutu di unit/departemen tersebut. Pimpinan unit diminta untuk menjelaskan seluruh proses yang terjadi di unit/departemennya. Apabila ada yang kurang, bisa diminta untuk menjelaskan lebih detail, karena dari sini akan bisa dilihat apakah kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan paparan Direksi atau tidak. Dari sinilah pertanyaan-pertanyaan akan muncul. Dengan mengetahui alur prosesnya, dipadukan dengan check list yang telah dibuat, bisa mudah bagi Auditor untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Selama proses audit,antar Auditor jangan sampai terjadi silang pendapat. Apabila tidak setuju dengan Auditor yang satunya, harus bisa menahan diri dan kemudian minta waktu ke Lead/Wa untuk melakukan diskusi sebentar. Lakukan diskusi di tempat yang terpisah dengan auditee.

Selama audit, Auditor jangan sampai melakukan debat kusir dengan Auditee. Karena biasanya Auditee akan mempertahankan pendapatnya bila ada yang kurang tepat menurut Auditor. Catat saja, dan nanti bisa didiskusikan dengan tim saat akan membuat temuan ketidaksesuaian.

Setiap pertanyaan dan jawaban sebisa mungkin dicatat, untuk memudahkan merunut suatu proses, dan juga untuk melakukan pengecekan lebih lanjut di lapangan apabila diperlukan. Proses di lapangan adalah proses audit ke tingkat staf pelaksana atau ke ruang kerja. Karena dalam proses audit biasanya hanya dihadiri oleh staf pimpinan setempat.

Beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan Auditor, saya ambil contoh mengenai Sasaran Mutu unit. Di dalam check list biasanya hanya tertulis “Apakah Unit kerja mempunyai sasaran mutu? Bagaimana cara menghitung dan pencapaiannya?”

Pertanyaan tersebut bisa disampaikan, kemudian dilanjutkan :

–          Apakah unit kerja punya program kerja untuk mencapai sasaran mutu tersebut? Auditor akan melakukan pengecekan apakah program kerjanya telah sesuai dengan program kerja perusahaan.

–          Bagaimana analisa dari hasil pencapaiannya, apabila masih kurang, Auditor akan menanyakan bagaimana usaha-usaha untuk melakukan perbaikan agar bisa tercapai.

–          Apabila hasilnya telah tercapai sesuai target atau lebih tinggi, maka juga ditanyakan bagaimana program kerja untuk mempertahankan dan melakukan peningkatan.

–          Semua jawaban dari pertanyaan di atas harus disertai bukti. Bukti bisa berupa tulisan, maupun wawancara ke staf. Bukti-bukti tersebut untuk menunjukkan bahwa suatu program kerja yang dibuat pimpinan telah bisa dipahami dan dilaksanakan oleh stafnya, sehingga proses kerja di unit tersebut berjalan dengan baik.

Audit ISO 9001 :2008 adalah audit proses, sehingga pertanyaan-pertanyaan diarahkan ke proses unit tersebut. Apakah prosesnya sudah efisien, atau masih mbulet/berputar-putar sehingga akan menimbulkan an-efisien di proses berikutnya. Proses itu harus dipahami oleh semua jajaran dengan melihat bukti hasil kerjanya atau bukti yang tampak di ruang kerja, atau bukti berupa wawancara langsung ke pekerja.

Pertanyaan ke tingkat staf bisa berupa

–          Apakah Bapak/Ibu dalam melakukan pekerjaan ini ada petunjuk kerjanya?

–          Apakah Bapak/Ibu memahami petunjuk kerjanya? Apabila tidak paham, Bapak/Ibu akan bertanya ke siapa?

–          Apakah Bapak/Ibu mengetahui bahwa petunjuk kerja tersebut valid apa tidak? Apabila petunjuk kerja tersebut tidak valid, apa yang akan Bapak/Ibu lakukan?

Setelah semua yang ada di check list Audit sudah terjawab, biasanya Auditor akan melakukan observasi ke lapangan untuk melihat implementasinya. Di sinilah Auditor dituntut untuk jeli, karena akan banyak ketidaksesuaian. Untuk menemukan hal tersebut memang dibutuhkan jam terbang sebagai Auditor. Apabila Auditor yang sudah punya jam terbang tinggi, biasanya akan langsung menuju suatu tempat, dimana staf sering tidak konsisten dalam mengimplementasikan mutu.

Di tempat kami pernah ada temuan cukup fatal mengenai pengelasan di suatu produk. Di instruksi pengelasannya sudah jelas ada, tetapi staf tidak konsisten dalam melakukan tugasnya. Tempat yang akan dilas memang tidak terlihat, dan biasanya memang tidak pernah dilakukan pengecekan di tempat tersebut. Tapi Auditor (eksternal Auditor) tahu, bahwa di tempat tersebut pasti tidak semua dilakukan. Beliau langsung mengecek, ternyata benar, di beberapa produk ada yang dilas, di yang lain tidak. Beliau bercerita, di banyak negara staf pengelasan sering melakukan ketidak konsistenan di tempat ini, karena QC sering tidak melakukan pengecekan.

Auditor yang punya jam terbang tinggi, bisa melihat penyimpangan yang kecil-kecil. Karena menurutnya hal yang kecil-kecil itu bila dibiarkan akan menjadi suatu kebiasaan yang nantinya akan berpengaruh ke mutu.  Salah satu contoh, apabila kamar mandi/wc yang tidak bersih akan membuat orang untuk malas masuk ke sana dan akhirnya akan mencari tempat alternatif lain. Nah, alternatif lain ini yang akan menjadikan tambah jorok lingkungan.

Penutup

Bila audit sudah selesai, Lead Auditor bisa minta waktu ke Auditee untuk merekap hasil audit. Apabila auditor adalah berbentuk tim, dilakukan diskusi untuk membuat temuan-temuan ketidaksesuaian dan catatan-catatan untuk peningkatan. Apabila sendirian, ya… dilakukn sendiri.

Bila telah selesai, Lead Autitor akan mengundang kembali Auditee untuk membacakan hasil audit.

Lead Auditor akan membacakan hasil audit, ada berapa temuan apabila memang ada, dan apa saja yang perlu dilakukan peningkatan. Juga disampaikan batas akhir menutup hasil temuan. Auditee bisa menerima hasil temuan, atau bisa menolak hasil temuan itu apabila dirasa temuan tersebut tidak sesuai. Tetapi semua hasil temuan Auditor tetap harus ditandatangani oleh Auditee, sebagai bukti telah dilakukan audit. Nantinya Auditee bisa menuliskan di lembar “Laporan Ketidaksesuaian” tersebut menolak dengan diberikan alasan.

Audit sudah selesai.

Closing meeting

Setelah seluruh proses audit (sesuai jadwal) sudah selesai dilakukan, MR akan mengundang seluruh pimpinan perusahaan beserta Direksi dan Auditor untuk membacakan semua hasil temuan dari para Auditor selama proses audit.

MR juga akan mengingatkan batas akhir penyerahan penyelesaian temuan. Saran-saran dari Auditor juga dibacakan.

Rangkaian proses internal audit sudah selesai sampai di sini.

 

yang terkait https://ardianita.wordpress.com/2013/04/29/flowalur-proses-desain-dan-pengembangan/

  1. Buatlah check list sesuai bagian/unit yang akan diaudit. Pahami proses kerja di bagian/unit yang akan diaudit
  2. Check list berisi pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan pasal-pasal di prosedur ISO yang terkait dengan bagian yang akan diaudit. Check list ini merupakan panduan untuk mengaudit sehingga tidak ada hal-hal yang terlupa saat proses audit
  3. Check list ini bisa dibuat detail atau global, sehingga bisa ditambah selama proses audit.
  4. Contoh check list untuk permasalahan dokumentasi

–          Apakah unit ini mempunyai daftar induk dokumen?

–          Apakah daftar induk ini adalah yang terbaru ?

–          Bagaimana prosedur untuk merevisi dokumen ?

–          Apakah dipisahkan antara dokumen yang masih dipakai dan yang tidak dipakai ?

–          Apakah unit ini mendistribusikan dokumen, dan bagaimana caranya ?

–          Apakah sebagai acuan kerja adalah dokumen yang valid sesuai dalam daftar induk dokumen?

 

Dari 5 pertanyaan di atas saat audit akan berkembang :

–          Dicek tanggal terbit dan pengesahaannya, ditanyakan cara pembuatan daftar induk dokumen, siapa yang membuat dan yang mengesahkan.

–          Ambil beberapa contoh dokumen dari daftar induk dan cocokkan tanggal terbit, revisi dan pengesahaannya. Biasanya di sini banyak permasalahan. Daftar induk tidak terperbarukan.

–          Ditanyakan prosedur pembuatan dokumen-dokumen yang ada di dalam daftar induk dokumen. Untuk memastikan prosedur tersebut diimplementasikan, bisa dipanggil yang membuat dokumen tersebut untuk presentasi mengenai pembuatan dokumen itu.

–          Akan berkembang mengenai kompetensi personil, ditanyakan daftar kompetensi personil di unit tersebut dan kecukupannya untuk mendukung kegiatan di unit tersebut.

–          Daftar pelatihan yang pernah diikuti oleh personil di unit tersebut untuk mendukung pekerjaannya

–          Ambil beberapa contoh dokumen-dokumen yang mengalami revisi, cek apakah semua sudah sesuai dengan prosedur yang tertulis?. Biasanya di sini juga ada masalah, jika dokumen yang direvisi harus segera didistribusikan.

–          Ada beberapa kasus dokumen yang direvisi masih dipakai sebagai acuan kerja, walaupun ada dokumen yang revisi terakhir.

Dari pertanyaan-pertanyyan di atas akan terus berkembang apabila ada dokumen yang tidak sesuai, yang akhirnya bisa sebagai temuan atau rekomendasi untuk dilakukan perbaikan

 

  1. Jadwal audit yang telah diedarkan oleh MR, perlu diklarifikasikan kembali ke Auditee, apakah Auditee siap untuk diaudit sesuai dengan jadwal? Apabila Auditee tidak siap, Auditee diminta membuat permohonan ke MR untuk dilakukan penundaan beserta alasannya.
  2. Apabila Auditor terdiri dari beberapa orang, alangkah baiknya untuk dilakukan koordinasi dalam team untuk menentukan sasaran tembak dan pembagian kerja, agar audit bisa berjalan efektif dan lancar. Dalam satu team, Auditor dilarang untuk beda pendapat di depan Auditee. Apabila terjadi perbedaan pendapat antar Auditor saat proses audit, Lead auditor bisa minta waktu ke Auditee untuk diskusi sebentar di ruang terpisah.
  3. Siapkan daftar hadir, form temuan, form tindakan perbaikan dan pencegahan dan buku untuk membuat catatan-catatan selama proses audit, yang nantinya bisa dipakai membuat laporan audit ke MR.
  4. Siapkan mental, dan jangan sampai terjadi diskusi yang berkepanjangan dengan auditee apalagi menuju debat kusir yang bisa mengarah ke emosi, apabila menemukan suatu ketidaksesuaian.

 

SIAP MELAKUKAN PROSES AUDIT

 

Older Posts »

Kategori