Oleh: ardianita | 06/19/2011

MTQ JAWA TIMUR DI KOTA MADIUN

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Jawa Timur tahun 2011 ini diselenggarakan di kota Madiun. Untuk menyambut MTQ ini, Pemerintah Kota banyak melakukan pembenahan, seperti mempercantik masjid besar, perbaikan lampu-lampu stadion Wilis yang dipakai sebagai tempat upacara pembukaan. Sedangkan pelaksanaannya tidak dilakukan di satu tempat, salah satunya ada yang di Balai Diklat Perhutani, Balai Diklat Pemkot dan sebagainya. Untuk mengawali pelaksanaan MTQ ini, Minggu pagi tanggal 19 Juni 2011 dilakukan pawai ta’aruf peserta MTQ yang diawali dari Jl. Pahlawan menuju Jl. PangSud belok ke Jl.DR Soetomo belok menuju JL. Diponegoro yang kemudian berakhir di depan Carrefour.

Pawai ini diawali dengan penampilan marching band dari SMA dengan mayoret yang masih energik walau sudah berjalan jauh dan suasana panas. Posisi saya ada di ujung JL DR Soetomo yang akan belok ke JL Diponegoro.

Kemudian diikuti serombongan jeep terbuka yang digandeng tanpa sopir. Mobil yang di depan dipenuhi tengkorak manusia dan diiringi dengan pengendara motor trail berbentuk tengkorak. Saya tidak mengerti arti dari penampilan ini, mungkin berperan sebagai Ghost Rider.

Kemudian diikuti parade drumb band dari anak SMU. Untuk pawai kali ini setiap beberapa kafilah diselingi drumb band dari beberapa sekolah di Kota Madiun.  Dibelakangnya ada pasukan Paskibraka yang membawa bendera Merah Putih. Sayangnya mereka sudah kelelahan sehingga baris-berbarisnya sudah tidak seragam kembali. Saya sengaja tidak mengambil fotonya, karena tidak tega melihat wajah-wajah kelelahan. Memang beda dengan pasukan drumb band yang masih cukup energik. Mungkin mereka kurang latihan.

Berikutnya pasukan berkuda yang berpakaian ala para Wali, yaitu penyebar agama Islam jaman dahulu di tanah Jawa.  

Dibelakangnya ada pasukan bidadari bersayap dari bulu burung merak yang indah naik kereta kencana. Bidadarinya cantik-cantik.  

Berikutnya kafilah dari Kota Madiun yang menampilkan replika Al Qur’an dalam bentuk raksasa.  

Barisan berikutnya adalah peragawati berjilbab dari SMU di kota Madiun

Kemudian diikuti Ratu Madiun yang naik kereta kencana diiringi para punggawanya

Ternyata PDAM Kota Madiun tidak mau kalah untuk meramaikan pawai ini

Kafilah Sumenep tampil dengan megahnya, sehingga banyak penonton yang berfoto di depan mobil hias tersebut. Pada umumnya peserta dari pulau Madura tampil dengan megahnya dan sangat menghibur penonton yang menyaksikannya. Banyak penonton yang berebut untuk berfoto atau mengambil foto mobil hiasnya.   

Berikutnya dari Jombang yang tampil sederhana dengan menampilkan pemenang guk dan yuk Jombang. Sayangnya yuk-nya memakai kerudung bukan jilbab, sehingga kurang mengesankan islaminya. Seandainya berjilbab, betapa anggunnya yuk Jombang.  

Kabupaten Sampang membawa kesenian musik tradisional Daul Dug Dug yang sangat memukau penonton. Pemainnya sangat bersemangat sepertinya tidak memperdulikan sengatan matahari yang sangat panas.  

Kemudian dikuti kafilah dari Banyuwangi, yang menampilkan seorang ratu dengan anggunnya duduk di singgasana.  

Peserta berikutnya kafilah Probolinggo yang menampilkan replika masjid

kemudian diikuti kafilah dari Kota Batu yang menampilkan buah apel raksasa dan replika tugu yang berada di tengah kota Batu  Kemudian kafilah dari kabupaten Ponorogo  dan dibelakangnya kafilah dari Kabupaten Trenggalek yang menampilkan replika perahu nelayan.  

Kafilah dari Kota Blitar menampilkan replika masjid dan Al Qur’an

Kafilah Kabupaten Kediri  

Kafilah Kabupaten Tulungagung juga menampilkan replika masjidnya

Kemudian diikuti kafilah dari kabupaten Pamekasan, yang menampilkan remaja putra dan putri Pamekasan memakai baju batik daerah yang tampil dengan anggunnya sehingga saya lupa untuk memfotonya.    Begitu juga betapa megahnya kereta kencana yang membawa ratu Pamekasan, sehingga membuat banyak orang terpesona dan berebut berfoto ria.  

Berikutnya dari Kabupaten Jember, yang sebelumnya didahului oleh maching band.   sayangnya saya kesulitan memfoto penarinya.

Berikutnya kafilah dari Kota Mojokerto   

Kafilah Kota Surabaya diawali dengan penampilan gadis-gadis yang berpakaian ala ……. saya belum tahu, kalau pakaian tari remo…. biasanya hitam, kok malah mirip ratu dari Mesir Kuno….. Tapi yang jelas indah juga, sayangnya gambar yang aku ambil cuma 1 dan jelek lagi.   

Kemudian kafilah dari Kabupaten Pasuruan

Berikutnya kafilah dari Kabupaten Tuban dengan replika perahu nelayan

Berikutnya kafilah dari Bojonegoro

Di belakangnya ada kafilah dari Kota Kediri

Kafilah dari Kabupaten Ngawi menampilkan kura-kura raksasa  

Dibelakangnya ada pasukan marching band yang masih tetap semangat walau panas matahari sudah menyengat.  Dibelakangnya diikuti kafilah dari kabupaten Gresik yang menampilkan kokohnya produk semen dan beduk raksasa  

Diikuti kafilah dari Lamongan  dan dibelakangnya ada kafilah dari Situbondo  yang menampilkan indahnya wisata bahari  dan ramahnya remajanya

Dibelakangnya ada kafilah dari Probolinggo yang menampilkan hasil buminya yang berupa buah-buahan  Kemudian diselingi marching band, sayangnya mayoretnya sudah kelelahan

Ada pasukan keris dari nganjuk, sayangnya hasil foto saya agak buram. Sehingga tidak bisa menampilkan keindahan pasukan keris dari Kabupaten Nganjuk  

Kemudian kafilah Kabupaten Bondowoso  dan dibelakngnya kafilah dari Kabupaten Lumajang  diikuti oleh kafilah Kota Pasuruan  dan dibelakangnya ada kafilah Kabupaten Blitar

Diselingi atraksi marching band kembali, kali ini dari MTsN dan mayoretnya masih semangat dan ceria

Di belakangnya ada kafilah dari Magetan yang menampilkan indahnya tempat wisata Sarangan  diikuti kafilah dari Kabupaten Sidoarjo yang menampilkan bandeng prestonya  dan diakhiri kafilah dari Kabupaten Madiun yang didukung oleh bank Jatim

Malam harinya diadakan pembukaan oleh bp Gubernur Jawa Timur di stadion Wilis dengan menampilkan banyak atraksi antara lain pesta kembang api, pencak silat masal, dan diakhiri tampilnya group band Letto. Sayangnya saya tidak bisa menyaksikan semua itu, karena harus pergi ke Bandung.


Responses

  1. terkesan kpn ada lagi blm tentu setahun ada,,,,,,,,,

  2. Semoga Acara tersebut dapat memberikat hikmah kepada semua masyarakat indonesia, khususnya kaum muda yang akan menjadi penerus bangsa ini, agar menjadi generasi yang ber iman dan taqwa.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: