Oleh: ardianita | 03/09/2009

Wisata kuliner Madiun

Kota Madiun merupakan surganya bagi pengumbar nafsu makan. Banyak sekali temapt-tempat untuk mencari makanan. Memang pecel merupakan makanan favorit di Madiun, tetapi makanan lain juga banyak penggemarnya. Untuk nasi pecel, tersebar di beberapa tempat dan mempunyai penggemar fanatik sendiri-sendiri. Ada di depan stasiun kereta, ada di terminal lama, ada di pasar besi, ada di jl Cokroaminoto, dan masih banyak tempat lainnya. Sedangkan sentra makanan ada di aloon-aloon, sepanjang jl. Agus Salim, sepanjang jl. Diponegoro, di stadion Wilis dan juga di beberapa jl lainnya. Seperti di Jl. DR. Soetomo yang dulu tidak ramai, sekarang mulai muncul warung kaki lima juga RM makan, apalagi di sekitar RS Dr. Soedono.

Sore ini saya mencoba mencari makan di jl. Diponegoro. Mulai ujung timur, ada bebek kremes & nasi uduk, nasi goreng,  mie dan masih banyak lagi, yang semuanya ramai. Ada warung rakyat, di sini kebanyakan kaum muda untuk ngopi dan makan aneka makanan goreng (sekarang sudah pindah di sebelah utara Carrefour). Sebelahnya ada bakso granat yang tak kalah ramai, ada masakan jepang, ada bebek goreng, ada Quick chicken, masakan padang, steak, roti bakar, sate dan akhirnya sampai ke ujung barat depan dokter tht. Sebenarnya masih banyak macamnya, yang jelas semua menggugah selera. Saya kembali lagi, dan akhirnya saya pilih bebek goreng karena tidak ada tukang parkirnya.

warung-tenda3

Saya kadang-kadang sebel juga bila jalan-jalan di Madiun, berhenti sebentar sudah kena parkir, untuk mobil Rp. 1000 untuk sepeda motor Rp. 500 bahkan ada juga yang menarik Rp. 1000, belum dapat barangnya sudah habis untuk bayar parkir.

Warungnya semi permanent, dan cukup bersih. Pelayannya ada 2 orang wanita muda dan bapak pemiliknya juga merangkap sebagai tukang masak. Tempatnya enak untuk bersantai bersama teman maupun keluarga. Sore ini tidak begitu ramai pengunjung. Saya pesan 1 porsi ayam goreng (kok tidak bebek?) dan teh hangat. Pesanan saya langsung di goreng dan taklama kemudian disajikan dalam keadaan masih panas bersama nasi (cukup sedikit bagi ukuran perutku), lalapan dan tempat cuci tangan. Sayang airnya sedikit, jadi apabila kesini pastikan tangan Anda bersih dahulu, karena airnya hanya cukup untuk cuci tangan setelah makan. Untuk minumnya tidak banyak pilihan, selain kelompoknya cocacola, juga tek dan jeruk panas maupun dingin.

penjual1 nasi-ayamgoreng1

Masakannya enak, ayamnya agak kenyal, apakah ini ayam kampong? Saya tidak tanya ke penjualnya. Setelah selesai, saya membayarnya, ternyata murah juga untuk ukuran jajan di luar. Sepuluh ribu rupiah masih ada kembalinya. Tapi sekarang warungnya sudah tutup dan pindah dekat pertokoan pasar Njoyo.

Apabila Anda penggemar pecel, bila malam hari yang cukup ramai adalah di depan diskotik Fire, kemudian di jalan Musi dekat dengan sate ayam madura, kemudian di jalan Agus Salim ada pecel Podang. Di jl P Sudirman sebelah timur foto copy Angkasa ada warung tenda, tenda biru namanya. Tempat ini tempat favorit bagi remaja karena pecelnya dan nasi jotosnya murah. Masuk ke halaman Stadion Wilis, ada banyak penjual pecel lesehan, tinggal pilih tempat yang enak buat lesehan. Sedang di jl. Dr Sutomo ada pecel lesehan di trotoar disamping asuransi jiwasraya. Menuju stasiun, ada pecel di samping timur stasiun di trotoar. Di sini penggemarnya banyak yang dari luar kota, walaupun dari dalam kota juga banyak. Di sini dahulu hanya ada 1 penjual pecel dengan makanan khasnya jadah bakar, sekarang ada 2 saling berhadapan, katanya yang enak sebelah utara jalan. Tetapi hari raya 2012 saat saya ke sana, ternyata ada perubahan lagi, yang sebelumnya di sebelah selatan sekarang juga pindah ke sebelah utara, sedangkan yang selatan diisi orang baru lagi. Jadi di utara ada 2 penjual pecel.  Silakan pilih sesuai selera, kalau menurut selera saya, ya..agak condong yang sebelumnya ada di selatan, sekarang pindah ke utara yang pinggir timur. Semua punya pelanggan sendiri-sendiri.

Di samping terminal lama yang sekarang jadi Carrefour ada mbokne Gito dan mbok Wo yang dulu terkenal. Jaman dulu saat terminal masih ada, belum lengkap ke Madiun kalau belum ke mbok Wo. Tetapi sekarang kena gusur, dan pindah ke depan Carrefour, yang dulu merupakan tempat penitipan sepeda motor. Kemudian menuju pasar besi ada mbok Mbrot. Disini buka mulai pukul 6 pagi sampai malam, karena banyak penggemarnya. Mbok Mbrotpun juga menjual pecel untuk oleh-oleh, katanya tahan untuk 1 bulan apabila disimpan di lemari es. Per kilonya harganya Rp.30.000. Bila ada yang berminat, mungkin bisa dikirim. Karena yang di pecel bu Roesmaji juga biasa mengirim sambel pecel ke Jakarta.

Sedang pagi hari, selain di mbok Mbrot ada di jalan Cokro di pojok perempatan dengan Citandui, sekarang pindah ke sebelah barat perempatan. Juga di pojok perempatan jl Citandui dengan Barito. Di sini pembelinya banyak dari golongan orang kaya, tetapi harganya masih tergolong murah. Ada juga di jl. Diponegoro depan jl Bali. Selain itu di hampir semua jalan di Madiun pasti ada penjual nasi pecel yang melayani warga sekitar. Sedangkan pecel di sepanjang JL. Cokroaminoto yang buka mulai pagi sampai malam merupakan jujugan bagi orang-orang dari luar Madiun, karena mudah mencarinya. Sayangnya ada beberapa penjual nasi pecel yang juga menjual dedeh (darah goreng) yang biasanya disembuyikan dan akan dikeluarkan bila ada yang minta. Jadi perlu hati-hati bila Anda tidak suka dedeh.

Apabila Anda menginap di hotel Merdeka, hotel Kartika atau hotel Madiun, bisa langsung ke aloon-aloon karena di sana bila pagi hari banyak pilihan untuk sarapan, seperti soto, bubur ayam, nasi liwet, juga tidak ketinggalan pecel (tetapi menurut info di koran, mulai September 2012 di aloon-aloon untuk pagi hari dilarang untuk berjualan). Cukup mudah untuk dicapai karena dekat, bisa jalan kaki atau naik becak. Bila dari hotel merdeka lebih baik naik becak karena bisa membuat kaki pegal bila jalan kaki, kecuali sekalian olah raga pagi.

Sedang di siang hari, yang saya tahu selain Mbok Mbrot juga sepanjang jl. Cokroaminoto. Di sepanjang jalan ini biasanya yang mampir pendatang dari luar Madiun. Sedang orang Madiun sendiri bila njajan makan siang jarang yang mencari pecel, tetapi mencari warung-warung yang murah meriah, seperti di jl Sulawesi samping Telkom atau di Jl Dr. Sutomo di depan BNI, atau di Jl Bali sebelah utara sekitar 100 m dari jl. Diponegoro, warung sederhana tapi ramai pembeli karena ada wadernya. Di Sri Ratu dengan Es Teler 77 dan KFC nya, atau di Madiun Plaza. Yang di Plaza memang harganya agak mahal di banding di warung-warung. Warung masakan Padang yang ramai ada di Jl Kalimantan di samping Sri Ratu dan di Jl Kolonel Marhadi hampir dekat perempatan. Di dekatnya juga ada bebek goreng yang juga cukup ramai bila pas makan siang. Bagi penggemar bebek, banyak sekali tempat-tempat yang enak, seperti di kolonel Mahardi bebek p Slamet buka siang dan malam, yang buka Malam di ujung Jl Diponegoro, ada bebek kremes, di Jl. DR Soetomo ujung depan stasiun bebek gorengnya juga cukup ramai, dan di depan Puskesmas Oro-oro Ombo bebek Lamongan. Bagi penggemar ayam goreng, ada ayam kremes di Jl Musi yang tulangnya terasa empuk, atau ayam Wong Solo di Jl. Agus Salim, dan sekarang ada warung baru yaitu warung spesial sambal yang ada di jl Agus Salim.Rumah makannya agak sempit sehingga setiap jam makan selalu antri, di sana konsepnya pedas dan tersedia 27 macam sambal yang bisa dicoba dengan harga yang tergolong murah. SS ini mirip dengan Mbah Jingkrak di Jl Kalimantan, hanya beda yang ditonjolkan. SS yang ditonjolkan sambalnya, sedang di mbah Jingkrak yang ditonjolkan masakan jawanya, tetapi juga mempunyai banyak jenis sambal (sekarang Mbah Jingkrak sudah berubah menjadi Peyet Ria yang menjual aneka penyet dengan harga yang wajar). Pertengahan tahun 2011 muncul kembali rumah makan baru di JL Sulawesi dengan konsep rumah joglo yang luas dengan masakan jawa. Harganya masih wajar, cuma harga minumannya agak mahal. Rumah makan ini sekarang juga sudah berubah nama yang semula Lombok Ijo menjadi Ayam Kemangi.

RM Lombok Ijo

Di dekatnya, di JL DR Soetomo juga berdiri rumah makan yang memanfaatkan rumah kuno. Suasananya sebenarnya nyaman, tapi sayangnya pelayanannya dan rasanya masih kurang. Kalau sekarang sudah berbenah, saya kurang tahu. Rupanya perang rumah makan di Madiun cukup sengit, sehingga kondisi ini sangat memanjakan toekang jajan dengan banyak pilihan. Sedang di Carrefour ada A&W. Sekarang (2014) di samping Carrefour berdiri tempat belanja baru lengkap dengan tempat makannya, yaitu SunCity. Di sana ada Beadtalk, J.CO, Coffee Toffee, dan aneka tempat makan lainnya.  Carrefour dan SunCity terletak di Jl. Let. Jend. S. Parman, apabila dari arah Ponorogo maupun dari Caruban, tempat ini mudah dijangkau. Tetapi apabila dari arah Maaospati/Solo agak sulit karena harus masuk kota. Kecuali lewat Ringroad yang nantinya akan bertemu dengan jalan yang dari arah Caruban/Surabaya.

Dulu waktu saya masih SMA, kalau saya pulang ke rumah nenek di Magetan dan mampir di Madiun pasti mencari dawet Sronatan yang terletak di dekat al0on-aloon Madiun. Sekarang masih ada dan tetap ramai bila di siang hari dengan menu yang cukup variasi. Di awal-awal saya menetap di Madiun, apabila mencari gado-gado pasti ke pak Tomo di Jl. Beliton. Kata orang Madiun, p Tomo memang sudah terkenal sejak dulu (dulunya kapan, saya tidak tahu). Saat ini memang sudah banyak pilihan tempat mencari gado-gado, sehingga di p Tomo sudah tidak seramai dulu.

Ayam bakar di Madiun juga cukup enak selain di Gandu Magetan yang cukup terkenal. Tapi memang agak lebih mahal. Kalau ayam bakar tempatnya memang agak di pinggiran, seperti di desa TawangRejo dan di Banjarrejo yang cukup terkenal di Madiun. Begitu juga ikan bakar cukup banyak penggemarnya untuk santap siang, seperti di Rejomulyo dan di desa Pilangbangau. Selain itu sekarang hampir setiap rumah makan menyajikan menu ikan bakar/goreng, salah satu contoh di Jl. Diponegoro di dekat Apotek.(Sepertinya sekarang sudah tutup)

Untuk penggemar soto, di Madiun sebagian besar hanya soto Lamongan yang banyak penggemarnya. Selain itu sekarang mulai muncul banyak tempat-tempat makan baru yang sulit untuk saya sebutkan. Apabila Anda datang di Madiun, silakan putar-putar dulu kota Madiun, baru memutuskan di mana tempat makannya. Kota Madiun itu kecil dan tidak butuh watu lama untuk menjelajahinya.

Enaknya di kota Madiun bila malam hari tempat jajanan berkumpul di suatu tempat. Apabila kita berjalan mulai dari hotel Merdeka bisa pilih di Sri Ratu, Madiun Plaza, atau di Giant plaza, atau jalan kaki ke Jl Kalimantan, atau jalan-jalan ke luar yang agak jauh yaitu lurus mengikuti jalan 1 arah ke selatan, di depan Telkom juga ada lesehan, lurus terus di depan rumah dinas Walikota ada  tempat makan yang enak juga, kemudian menyusuri JL Cokroaminoto kanan kiri penjual nasi pecel. Belok kanan menuju Jl Musi ada penjual pecel dan sate, setelah  lampu traffic belok kanan menyusuri Jl KH Agus Salim di sebelah kiri dari ujung sampai ujung penuh penjual makanan, tinggal pilih di warung tenda atau tempat yang menetap. Akhirnya menuju aloon-aloon, di sinipun juga bayak pilihannya. Tapi kalau saya kurang cocok rasanya dengan menu di aloon-aloon, apalagi pengamen dan pengemis datang silih berganti. Dari Jl KH Agus Salim belok kanan menyusuri Jl. PangSud, di jalan ini hanya pertokoan, setelah melewati Pasar Besar bertemu lampu traffic, belok kiri langsung Jl DR Soetomo di sepanjang jalan ini juga banyak penjual makanan sampai ke ujung , di depan stasiun Madiun. Sampai lampu traffic belok kanan menuju Jl. Diponegoro, sampai ke ujungpun penuh dengan penjual makanan, tinggal pilih sesuai selera.

Dari PangSud terus menuju timur, sekitar perempatan Jl. Bali ada tepo tahu dengan beberapa penjual dan penggemar sendiri, sate ayam dan mie pangsit. Apabila terus lurus ke timur di sebelah kanan dan kiri juga ada beberapa tempat makan, yang akhirnya sampai di stadion Wilis yang penuh dengan aneka makanan. Silakan pilih.

Dari perempatan JL Bali dan PangSud tadi bila belok kanan menuju Jl. Wuni, di sana ada beberapa rumah makan yang juga ramai, tapi saya belum pernah ke sana.

Di Jl. Bali (masuk lewat Jl. Diponegoro) banyak juga tempat makan, mulai dari yang murah meriah sampai yang elit.

Ada warung steak yang cukup ramai, yaitu di Jl. Kapuas. warungnya sempit tetapi pembelinya banyak. Saya pernah menunggu pesanan datang hampir 1 jam karena ramainya yang beli. Sedang yang di Jl. Diponegoro pengunjungnya sebagian besar bermobil.

Sedangkan untuk pesanan sambel pecel, yang cukup terkenal ada di belakang pegadaian, bu Roesmaji. Apabila saat puasa sampai hari raya, cukup sulit untuk mendapatkan sambel pecel di sana, karena sudah habis dipesan untuk oleh-oleh pulang ke kota. Harganyapun hampir sama dengan di tempat lainnya.

Sebenarnya masih banyak tempat makan yang enak di Madiun, tapi tempatnya akan sulit dicari bagi pendatang yang cuma tinggal di Madiun 1/2 hari saja atau yang sekedar mampir. Jadi yang saya tulis ini hanya sebagai referensi bagi pendatang yang bingung cari tempat makan selama di Madiun.

Apabila anda dari luar kota, pusat oleh-oleh di madiun yang terkenal ada di Mirasa Jl Pahlawan. Walau sebenarnya banyak tempat yang menjual oleh-oleh makanan Madiun dan sekitarnya, seperti di Jl. Kalimantan, Jl Salak, atau di sekitar Mirasa, tetapi orang-orang selalu ke Mirasa bila mampir di Madiun. Saya tidak tahu kenapa. Istri saya pun selalu belinya di Mirasa, bila ditanya kenapa, jawabnya tidak tahu.


Responses

  1. memang enak makanan madiun jadi pengin pulang ke madiun ah ….

  2. Asoy pasti madiun rek……. ueeeeeeeeenak tenan wis

  3. bagiku kota sejarah takkan kulupa, walo aku di tarakan merindu dan ingin ku ke madiun lg
    Nantikan ………..aku kembali!

  4. jadi gak sabar pengen cepet2 cuti… tgl 24 Juni ini Insya Allah udah ke Madiun. kangen euy dgn pecelnya, lotisnya dan itu loh yg gak saya jumpai di sumbawa, dawet jabung… saya paling seneng dgn yg satu ini. Tapi memang, semua makanan di madiun enak2.
    Mbak Ardianita mau ketemuan? hehehe. Rumah mertua saya di perumahan manis rejo…

    • Maaf, saya bukan mbak, tapi bapak karena sudah tua. Nama blog saya adalah nama depan ank-anak saya, yaitu ardian dan anita. Tetapi saya sangat senang dengan kunjungannya. Saya tinggal di Perum Rejomulyo

  5. Selain pecel di madiun ada gado-gado yg enak di jl biliton dekat SMA 2, lalu di seberang jalan biliton, tepatnya pojok jl Bali ada jajanan putu yg cukup terkenal. Salam kenal, saya warga oro-2 ombo.

  6. kota madiun memang termasuk surga bagi para penggemar kuliner….
    tdk hanya di jalan diponegoro,cokroaminoto,H.A.Salim,di jalan Mangga juga ada tempat-tempat kuliner yg enak,
    seperti warung Dhog-Dhog yg menjual bakmi goreng jawa,nasi goreng jawa,dll.
    dan Blengerr chinese food yg menjual masakan cina.

  7. oia pak,saya ingin share dgn bapak utk membahas ttg pembuatan blog,dan bagaimana blog kita dapat menduduki peringkat teratas di halaman pertama google,
    soalnya blog bapak ada di peringkat teratas halaman google dgn kata kunci “kuliner di madiun”.
    klo bapak tdk keberatan saya bisa ke rumah bapak,klo boleh tau dmana alamatnya pak?
    kirim aja ke email saya :
    freedom.gunawan@gmail.com
    thanks.

  8. sak iki urip ndik Banten , oohhh kampungku pancen uenak tenan pecel mediyun , aku dadi ngiler kapan yo iso mulih mediyun. suwun pak info kuliner-ipun

  9. Insya Allah, sy akan bertahun baru di Madiun, semoga sy dpt berlibur bersama klg dengan pengalaman yg mengesankan di Madiun, baik loka wisata maupun kulinernya,
    Salam,
    Sigit
    Jakarta Utara

  10. Madiun Mantap deh……..pecele enak

  11. kangen karo madiun ….

  12. kangeeeen….

  13. Ada lagi yang baru neh “BUBUR AYAM 22″ baru seh tapi rasanya hmmmm nda ilang di lidah,bumbu Buburnya dan kuahnya terasa kuat banget dilidah apalagi aromanya bikin perut keroncongan, toppingnya juga macam” nda cuma ayam doank. sayangnya yg jualan pake rombong keliling warna ijo putih nda permanen jd rada susah carinya. tp aq siasati pas ketemu rombongnya itu Aq beli buburnya skalian minta no Hpnya penjualnya jd pengin makan tinggal sms posisinya trus aq samperin kesana :) sangking ketagihannya mpe segitunya.

    • Wah, saya belum tahu Mas. Yang saya tahu adalah bubur ayam Jakarta Boga Rasa di Jl. Diponegoro di depan BosBow. Buka hanya pagi hari dan cukup ramai pengunjungnya. Yang di dekat pasar Kojo, bila hari minggu pagi juga ramai. Terima kasih informasinya.

      • Banyak yg belum tahu seh soalnya masih baru dan belum permanen, tapi tiap pagi jam enam lebih biasanya mangkal di pojok’an alun-alun deket President plaza. warna rombongnya hijau dan putih ada tulisannya “BUBUR AYAM 22″ jangan sampai salah pilih karena bubur ayam yg jualan di alun_alun pakai rombong hijau ada 2 tapi yg enak yg ada tulisannya BUBUR AYAM 22. kalo soal rasa sepertinya Bubur ayam 22 lebih kuat dan lebih variatif topingnya di banding yg di diponegoro. (pernah membangdingkan seh beli keduanya pada saat yg sama) lebih enak kalo di makan ditempat soalnya taburan topingnya bisa kelihatan merata menutupi buburnya.

  14. matur nuwun sampun nyimak blog ipun , Pak Ardianita Madiun memang mak nyus masakanipun ,kulo saking Blitar gadah sederek pernahipun mbakyu , sadeyan bebek goreng Stasiun Madiun lumayan rame manggene warung sebelah losmen Mataram . mugi kerso nyambangi .

    • Terima kasih Bu. Mohon maaf saya kelupaan dengan bebek goreng kakaknya ibu. Saya pernah beberapa kali ke sana dan memang enak bebeknya. Semakin malam semakin tambah rame. Tapi sayang tempatnya kurang luas, sehingga kadang-kadang harus antri.

  15. wah begitu menggugah selera….

  16. MARAI LUWE!!!!

  17. wah mantap nih infonya. nanti tak coba review ditempat-tempat yang ada di blognnya, lanjutkan gan.. info kulinernya salam

  18. Bebek kremes nya itu pindah di pertokoan pasar njoyo??sebelah mana?satu porsi+minum brp?sama sambal pecel b.soemaji di jalan apa?

    • Bebek goreng yg saya tulis adalah bebek melati p Jan yg pindah di timurnya pom bensin Joyo. 1 porsi sekarang Rp 10500. Nasinya cukup utk makan malam begitu juga bebeknya. Tapi bila untuk remaja kurang banyak.
      Sedang sambal b roesmaji ada di jl Delima belakang Pegadaian. Atau di pasar di samping pasar Sleko, yang dari Jl Cokro saat belok ke kanan menuju Jl. Musi tidak belok tapi lurus terus,di pertokoan kanan jalan menghadap ke timur.

  19. makasih:)

  20. Pecel Madiun is the best… Dulu ada Depot Es Timbangan di seberang/depan Gado-gado Pak Tomo, tikungan Jl.Biliton-Jl.Diponegoro, tapi sekarang digusur. Kulo asli Madiun (Jl.Basuki Rahmat-Kel.Sukosari).

  21. waaaahh.. orang perum rejomulyo to? jalan apa pak? saya suka main ke jl. bawono mulyo. mkasih info kulinernya, itu sangat membantu :)

  22. [...] ardianita.wordpress.com [...]

  23. coba dong ke jago steak & bakaran JAGONYA STEAK & AYAM BAKAR N GORENG KREMES JAWA,alamat di jln.kelapa manis 37 manisrejo madiun

  24. sate ponorogo pak tukri/ pak sibu kok belum disebutin yaa…padahal enak juga lhooo :)

    • Untuk sate p Tukri sudah saya tulis sendiri di blog ini juga, sedang p Sibon, sayangnya tempatnya pindah-pindah.seperti bubur ayan boga rasa sekarang pindah di rumahnya sendiri. Sya tidak tahu di mana. Rumah makan baru muncul lagi, seperti selendang biru yg sekarang punya banyak penggemar. Di Madiun rata-rata setiap bulan muncul 1 tempat jajan.

  25. numpang tanya, trims senbelumnya: pengalaman, dari kediri stelah k Mon gumul lanjut perjalanan k Semarang. saat mkn siang saya harus ke ngawi d jauh shg mkn siang terlambat hg ja 16.00. ada info unt mkn rombongan tour sekitar madiun, unt 2-3 bus? terimakasih kalau mau kirim info lewat email lawangsewutour_smg@yahoo.com

    • Sependek pengetahuan saya, ada 2 tempat yaitu di Mbah Jingkrak Jl Kalimantan dan di Lombok Ijo di Jl. Sulawesi. Menurut kantong saya dan selera saya, saya memilih Lombok Ijo. Kedua tempat tersebut mempunyai penggemar sendiri-sendiri.

  26. Hebat mas, saya lama nggak pulang Madiun serasa agak putus info kuliner yang hebat-hebat di Madiun. Saya asli Madiun ortu sampai saat ini masih tinggal di jalan Bali no. 16, cuman sekarang saya di Kalimantan.

    Mas coba buat info kuliner yang agak ke luar kota. Misalnya yang ke daerah g. wilis seperti ke arah grape. ke arah sana rasanya banyak warung / restoran. Kemudian ke arah Ngawi & Magetan. Selain itu yang banyak diperlukan rekan-rekan yang dalam perjalanan namun ingin sekedar ngerasain makanan madiun yaitu daerah Caruban, saradan.. Menurut info terakhir sekarang banyak warung makan bermunculan.

    Terakhir saya pulang bln Desember 2012 karena ortu sakit, jadi nggak bisa mider2 karena full 24jam nungguin di RS.Panti Bagia, meskipun banyak temen yang ngajak jalan2.

    • Terima kasih atas komentarnya. Dan semoga orang tua Mas selalu sehat. aamiin.
      Untuk kuliner ke arah Caruban, sependek yang saya tahu didominasi oleh rumah makan untuk orang berpergian, karena memang jalur utama perjalanan jarak jauh. Jadi kemungkinan harganya akan mahal. Saya pernah mencoba di RM Surya, juga di Utamaa, rasanya enak tapi harganya dibandingkan di Madiun jauh di atasnya.
      Sedangkan di Magetan, untuk di kotanya tidak begitu banyak, yang terkenal tempatnya bu Parti di sekitar masjid besar. Rumah makan di Magetan cenderung untuk melayani wisatawan. Saudara-saudara saya bila ingin makan di luar banyak yang pergi ke Madiun.
      Untuk Ponorogo, di sini juga tempatnya makan enak dengan harga murah. Sayangnya saya tidak pernah pergi ke sana. Ini hasil cerita teman-teman yang suka jajan, bila ingin selingan selalu pergi ke Ponorogo. Ponorogo mirip dengan madiun, di jalan-jalan protokol banyak berdiri rumah makan, dan warung tenda yang menyediakan aneka makanan murah meriah.
      Untuk ke arah Dungus, ada rumah makan di Mojopurno yaitu Pondok Jati. Sedangkan di Dungus banyak didominasi warung pecel yang bila hari libur ppengunjungnya sebagian besar rombongan sepeda. Di Grape maupun ke arah monumen Kresek tempat makannya menu utamanya wader dan ayam kampung. Harganya murah dan enak.
      Di Madiun sendiri, saat ini sudah banyak sekali bermunculan tempat makan, ada yang muncul, ada yang hilang, ada pula yang pindah. Jadi bila pendatang, sebaiknya putar-putar dulu sebelum memutuskan.

  27. ikut nimbrung nih…di tahun 2013 ini adalah tahun keramaian di madiun mulai kuliner, wisata dan fashion.. dengan hadirnya suncity festival madiun di jl.s.parman 8 madiun (sblh utara carrefour mdu), terdapat mall (open des.’13), waterpark (open juni’13), themepark, sport center dsb pasti akan menambah semaraknya kota madiun… tunggu kbr selanjutnya…

  28. excuse me gan…
    postingannya bagus.. :D
    Mau menikmati liburan dengan paket wisata unik dari Sumatera Barat, kunjungi kami di TOURS MINANGKABAU
    Terima kasih

  29. teruskan pembangunan kota madiun dan hidupkan kembali jalur kereta api madiun – ponorogo supaya jadi kota BESAR MADIUN seperti kota besar lainnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: